Breaking News
light_mode
Beranda » General » Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan, baik dalam hal cuaca maupun keuangan. Banyak orang merasa dompet mereka terasa lebih ringan daripada biasanya, bahkan sebelum gajian tiba. Pertanyaannya, mengapa kebiasaan boros ini sering muncul di bulan tertentu, khususnya Maret? Menurut pakar psikologi, ada alasan mendalam di balik perilaku tersebut. Mari kita coba memahami lebih jauh mengapa kita cenderung boros di bulan Maret dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Perubahan Emosional dan Stres

Salah satu faktor utama yang membuat seseorang boros adalah perubahan emosional. Bulan Maret sering kali ditandai dengan berbagai perubahan, baik itu dari segi pekerjaan, lingkungan sosial, atau bahkan iklim. Ketika seseorang merasa stres, bosan, atau bahkan sedang senang berlebihan, banyak orang menggunakan belanja sebagai cara melampiaskan emosi. Istilah populer untuk ini adalah retail therapy.

Penelitian menunjukkan bahwa membeli sesuatu bisa memberikan rasa kontrol atau kebahagiaan sementara. Namun, efeknya hanya bersifat sementara, sementara tagihan kartu kredit atau pengeluaran lainnya tetap ada. Di bulan Maret, ketika banyak orang mulai merasa lelah setelah menjalani dua bulan pertama tahun ini, emosi bisa menjadi lebih sensitif, sehingga memicu kecenderungan untuk belanja secara impulsif.

2. Godaan Diskon dan Strategi Pemasaran

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Diskon dan Marketing

Bulan Maret juga sering kali menjadi waktu bagi toko-toko online dan offline untuk mengadakan promo besar-besaran. Dari diskon 50% hingga “Beli 1 Gratis 1”, strategi pemasaran ini dirancang untuk membuat kita merasa seperti tidak boleh melewatkan kesempatan emas. Sayangnya, sering kali kita justru membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Pakar psikologi menyebutkan bahwa godaan ini bekerja pada pikiran kita secara bawah sadar. Kita cenderung merasa bahwa jika kita tidak membeli sesuatu sekarang, kita akan kehilangan kesempatan itu selamanya. Hal ini terutama terjadi di akhir bulan, ketika kita merasa uang sudah hampir habis dan ingin “mencoba” sesuatu yang baru.

3. Dopamin dan Keseruan Berbelanja

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Dopamin dan Berbelanja

Ketika kita berbelanja, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang membuat kita merasa senang. Ini adalah alasan mengapa scrolling aplikasi belanja atau hunting barang wishlist bisa terasa seperti game yang tak berkesudahan. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa bosan dengan rutinitas, sensasi ini bisa semakin kuat.

Namun, efek dopamin ini juga bisa membuat kita terjebak dalam siklus boros. Setiap kali kita membeli sesuatu, kita merasa lega, tapi segera setelah itu, kita kembali mencari kepuasan yang sama. Inilah yang membuat pengeluaran di bulan Maret sering kali tidak terkendali.

4. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO atau rasa takut ketinggalan adalah salah satu penyebab utama kebiasaan boros. Bulan Maret sering kali menjadi waktu di mana media sosial penuh dengan aktivitas dan tren baru. Teman-teman posting tentang liburan, gaya hidup baru, atau produk terbaru, membuat kita merasa perlu ikut serta.

Ini bisa sangat memengaruhi keputusan belanja, terutama jika kita merasa bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapat melalui barang-barang yang kita miliki. Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu bisa dibeli. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa ketinggalan, kita cenderung lebih mudah tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

5. Pengeluaran Akhir Bulan yang Tidak Terkendali

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan finansial. Saat jarak ke gajian tinggal hitungan hari, banyak orang merasa bahwa penghematan ketat sudah tidak relevan lagi. Perasaan tanggung ini membuat pengeluaran kecil dianggap tidak masalah karena waktunya dianggap sudah dekat.

Namun, logika ini sering kali menutup kesadaran bahwa setiap rupiah tetap memiliki fungsi. Keputusan belanja di fase ini jarang dipikirkan secara panjang. Fokus lebih tertuju pada rasa lega karena bulan hampir berakhir. Padahal, kebiasaan mengendur di titik ini bisa terbawa ke bulan berikutnya dan membentuk siklus boros yang berulang tanpa disadari.

Kesimpulan

Mengapa kita jadi lebih boros di bulan Maret? Jawabannya tidak hanya terletak pada situasi keuangan, tetapi juga pada faktor-faktor psikologis yang tersembunyi. Dari emosi hingga godaan diskon, semua bisa memengaruhi kebiasaan belanja kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan pola pikir dan kebiasaan belanja kita, terutama di bulan-bulan tertentu seperti Maret.

Dengan memahami alasan-alasan ini, kita bisa mulai mengambil langkah-langkah untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari siklus boros yang tidak perlu. Ingat, kekayaan sejati bukanlah jumlah uang yang kita miliki, melainkan kemampuan kita untuk mengelolanya dengan bijak.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Mengunjungi Pajak.go.id untuk Pemutakhiran Data Wajib Pajak

    Panduan Lengkap Mengunjungi Pajak.go.id untuk Pemutakhiran Data Wajib Pajak

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam era digital yang semakin berkembang, pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat proses administrasi perpajakan melalui layanan online. Salah satu inisiatif yang telah diimplementasikan adalah kunjung pajak go id, sebuah platform resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dirancang untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan berbagai aktivitas perpajakan secara efisien dan aman. Artikel ini akan […]

  • Didiskualifikasi Saat Unggul 5-1, GWI Kota Tangerang Protes Dugaan Diskriminasi di Ajang Fun Futsal Walikota Cup

    Didiskualifikasi Saat Unggul 5-1, GWI Kota Tangerang Protes Dugaan Diskriminasi di Ajang Fun Futsal Walikota Cup

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Tangerang – 26 Agustus 2026 Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Kota Tangerang melayangkan protes atas dugaan tindakan diskriminatif oleh panitia dalam ajang Fun Futsal Wali Kota Tangerang Cup Kemerdekaan antar Organisasi Wartawan. Kejadian bermula saat pertandingan antara GWI melawan WAMEN ( Wartawan Parlemen) masih berlangsung dengan skor 5-1 untuk kemenangan GWI. Tiba-tiba panitia menghentikan pertandingan […]

  • Cara Investasi Emas yang Efektif dan Menguntungkan untuk Pemula

    Cara Investasi Emas yang Efektif dan Menguntungkan untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Investasi emas sering dianggap sebagai pilihan terbaik bagi mereka yang ingin melindungi nilai uang dari inflasi dan memperoleh keuntungan jangka panjang. Dengan harga emas yang terus meningkat, banyak orang mulai tertarik untuk memulai investasi emas. Namun, bagi pemula, hal ini bisa terasa menantang. Berikut adalah panduan lengkap tentang bagaimana cara investasi emas yang efektif dan […]

  • Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia: Awal Mula dan Perkembangannya

    Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia: Awal Mula dan Perkembangannya

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Pada masa lalu, sistem perbankan yang berlandaskan prinsip syariah telah ada jauh sebelum zaman modern. Praktik-praktik keuangan berbasis Islam seperti mudharabah, musharakah, dan qard sudah dikenal sejak era Nabi Muhammad SAW. Namun, perkembangan perbankan syariah secara formal dan terstruktur di Indonesia baru dimulai pada abad ke-20. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki […]

  • Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia: Tren dan Progres Terkini

    Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia: Tren dan Progres Terkini

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, ekonomi syariah kembali menjadi perhatian utama sebagai salah satu solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah inisiatif dan kebijakan telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), untuk memperkuat basis ekonomi syariah di Indonesia. Bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Indonesia? Mari kita simak tren […]

  • Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

    Investasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Mencapai Rp1,03 Triliun pada Q1 2025: Tren dan Analisis

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Pertumbuhan investasi di sektor perikanan dan kelautan Indonesia mencatatkan angka yang menggembirakan. Pada kuartal pertama tahun 2025, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp1,03 triliun. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, serta memberikan gambaran optimis tentang potensi sektor ini untuk menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Sebagai bagian dari strategi pemerintah […]

expand_less