Breaking News
light_mode
Beranda » General » Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 251
  • comment 0 komentar

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan, baik dalam hal cuaca maupun keuangan. Banyak orang merasa dompet mereka terasa lebih ringan daripada biasanya, bahkan sebelum gajian tiba. Pertanyaannya, mengapa kebiasaan boros ini sering muncul di bulan tertentu, khususnya Maret? Menurut pakar psikologi, ada alasan mendalam di balik perilaku tersebut. Mari kita coba memahami lebih jauh mengapa kita cenderung boros di bulan Maret dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Perubahan Emosional dan Stres

Salah satu faktor utama yang membuat seseorang boros adalah perubahan emosional. Bulan Maret sering kali ditandai dengan berbagai perubahan, baik itu dari segi pekerjaan, lingkungan sosial, atau bahkan iklim. Ketika seseorang merasa stres, bosan, atau bahkan sedang senang berlebihan, banyak orang menggunakan belanja sebagai cara melampiaskan emosi. Istilah populer untuk ini adalah retail therapy.

Penelitian menunjukkan bahwa membeli sesuatu bisa memberikan rasa kontrol atau kebahagiaan sementara. Namun, efeknya hanya bersifat sementara, sementara tagihan kartu kredit atau pengeluaran lainnya tetap ada. Di bulan Maret, ketika banyak orang mulai merasa lelah setelah menjalani dua bulan pertama tahun ini, emosi bisa menjadi lebih sensitif, sehingga memicu kecenderungan untuk belanja secara impulsif.

2. Godaan Diskon dan Strategi Pemasaran

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Diskon dan Marketing

Bulan Maret juga sering kali menjadi waktu bagi toko-toko online dan offline untuk mengadakan promo besar-besaran. Dari diskon 50% hingga “Beli 1 Gratis 1”, strategi pemasaran ini dirancang untuk membuat kita merasa seperti tidak boleh melewatkan kesempatan emas. Sayangnya, sering kali kita justru membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Pakar psikologi menyebutkan bahwa godaan ini bekerja pada pikiran kita secara bawah sadar. Kita cenderung merasa bahwa jika kita tidak membeli sesuatu sekarang, kita akan kehilangan kesempatan itu selamanya. Hal ini terutama terjadi di akhir bulan, ketika kita merasa uang sudah hampir habis dan ingin “mencoba” sesuatu yang baru.

3. Dopamin dan Keseruan Berbelanja

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Dopamin dan Berbelanja

Ketika kita berbelanja, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang membuat kita merasa senang. Ini adalah alasan mengapa scrolling aplikasi belanja atau hunting barang wishlist bisa terasa seperti game yang tak berkesudahan. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa bosan dengan rutinitas, sensasi ini bisa semakin kuat.

Namun, efek dopamin ini juga bisa membuat kita terjebak dalam siklus boros. Setiap kali kita membeli sesuatu, kita merasa lega, tapi segera setelah itu, kita kembali mencari kepuasan yang sama. Inilah yang membuat pengeluaran di bulan Maret sering kali tidak terkendali.

4. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO atau rasa takut ketinggalan adalah salah satu penyebab utama kebiasaan boros. Bulan Maret sering kali menjadi waktu di mana media sosial penuh dengan aktivitas dan tren baru. Teman-teman posting tentang liburan, gaya hidup baru, atau produk terbaru, membuat kita merasa perlu ikut serta.

Ini bisa sangat memengaruhi keputusan belanja, terutama jika kita merasa bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapat melalui barang-barang yang kita miliki. Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu bisa dibeli. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa ketinggalan, kita cenderung lebih mudah tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

5. Pengeluaran Akhir Bulan yang Tidak Terkendali

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan finansial. Saat jarak ke gajian tinggal hitungan hari, banyak orang merasa bahwa penghematan ketat sudah tidak relevan lagi. Perasaan tanggung ini membuat pengeluaran kecil dianggap tidak masalah karena waktunya dianggap sudah dekat.

Namun, logika ini sering kali menutup kesadaran bahwa setiap rupiah tetap memiliki fungsi. Keputusan belanja di fase ini jarang dipikirkan secara panjang. Fokus lebih tertuju pada rasa lega karena bulan hampir berakhir. Padahal, kebiasaan mengendur di titik ini bisa terbawa ke bulan berikutnya dan membentuk siklus boros yang berulang tanpa disadari.

Kesimpulan

Mengapa kita jadi lebih boros di bulan Maret? Jawabannya tidak hanya terletak pada situasi keuangan, tetapi juga pada faktor-faktor psikologis yang tersembunyi. Dari emosi hingga godaan diskon, semua bisa memengaruhi kebiasaan belanja kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan pola pikir dan kebiasaan belanja kita, terutama di bulan-bulan tertentu seperti Maret.

Dengan memahami alasan-alasan ini, kita bisa mulai mengambil langkah-langkah untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari siklus boros yang tidak perlu. Ingat, kekayaan sejati bukanlah jumlah uang yang kita miliki, melainkan kemampuan kita untuk mengelolanya dengan bijak.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Menguntungkan dengan Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

    Investasi Menguntungkan dengan Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, investasi tidak lagi menjadi domain eksklusif bagi kalangan kaya. Bahkan, siapa pun bisa memulai investasi dengan modal kecil dan mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Bagi pemula, investasi dengan modal kecil menjadi pilihan ideal untuk memulai perjalanan finansial yang lebih baik. Investasi dengan modal kecil bukan hanya tentang jumlah uang yang ditanamkan, […]

  • Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Di tengah upaya pemerintah dan lembaga keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, pertumbuhan kredit UMKM pada tahun 2025 tercatat melambat, dengan laju pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit korporasi atau konsumsi. Artikel ini akan […]

  • Fokus Regulasi dalam Pencegahan Kejahatan Siber dan Penipuan Digital: Panduan Terkini

    Fokus Regulasi dalam Pencegahan Kejahatan Siber dan Penipuan Digital: Panduan Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Di tengah berkembangnya teknologi digital, kejahatan siber dan penipuan digital semakin menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Di Indonesia, tren ini terus meningkat, dengan laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 menyebutkan bahwa 66 persen orang dewasa mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir. Angka ini menunjukkan pentingnya regulasi yang kuat dan efektif dalam pencegahan kejahatan […]

  • POSBANKUM KELURAHAN PASIRJAYA KECAMATAN BOGOR BARAG KOTA BOGOR BUKA RUANG PENGADUAN HAK TANAH PTSL

    POSBANKUM KELURAHAN PASIRJAYA KECAMATAN BOGOR BARAG KOTA BOGOR BUKA RUANG PENGADUAN HAK TANAH PTSL

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com  Pasirjaya, 10 September 2026 — Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan Pasirjaya secara resmi membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang mengalami masalah terkait hilangnya hak atas tanah maupun ketidakjelasan status sertifikat hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 dan 2019. Langkah ini diambil menyikapi banyaknya warga yang telah mengikuti program tersebut namun hingga […]

  • Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan

    Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com Medan, Praktik dugaan pemerasan dilakukan dua oknum wartawan yang telah diproses hukum Polsek Medan Tembung, sangat disesalkan dan dikecam Dewan Pers. Sebab, pelanggaran tindak pidana tidak dibenarkan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagai wartawan. “Ini jelas dalam aturan, pemerasan bukan pekerjaan wartawan. Berdasarkan Undang-Undang Pers, wartawan itu mencari dan menyiarkan berita secara benar, berimbang dan […]

  • Pengertian dan Prinsip Dasar Kebijakan Ekonomi Demokrasi Liberal

    Pengertian dan Prinsip Dasar Kebijakan Ekonomi Demokrasi Liberal

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Pada masa Demokrasi Liberal (1949-1959), perekonomian Indonesia menghadapi tantangan berat. Kondisi ini terjadi karena politik dan perekonomian yang belum stabil serta tidak tertata dengan baik. Dalam situasi ini, pemerintah mengambil sejumlah kebijakan besar untuk menstabilkan kondisi ekonomi negara. Salah satu aspek penting dari kebijakan tersebut adalah kebijakan ekonomi demokrasi liberal, yang mencerminkan prinsip-prinsip dasar dari […]

expand_less