Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 459
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan E-Commerce di Indonesia: Tren dan Prospek Masa Depan

    Perkembangan E-Commerce di Indonesia: Tren dan Prospek Masa Depan

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, perkembangan e-commerce di Indonesia menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian. Seiring dengan meningkatnya akses internet dan penggunaan ponsel pintar, bisnis online semakin menggeser cara masyarakat berbelanja. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 terdapat sekitar 3,81 juta usaha e-commerce di Indonesia, yang mencerminkan potensi besar pasar […]

  • Cara Mengatasi Masalah Infrastruktur yang Tidak Memadai di Wilayah Perkotaan

    Cara Mengatasi Masalah Infrastruktur yang Tidak Memadai di Wilayah Perkotaan

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Slug: cara-mengatasi-masalah-infrastruktur-yang-tidak-memadai-di-wilayah-perkotaan Di tengah laju urbanisasi yang pesat, masalah infrastruktur yang tidak memadai menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kota-kota besar di Indonesia. Jalan raya yang rusak, sistem transportasi umum yang tidak efisien, dan akses internet yang terbatas sering kali menghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Namun, dengan pendekatan yang tepat, solusi untuk mengatasi […]

  • Profil dan Perkembangan PT Sinar Mas Andana Industri Terkini

    Profil dan Perkembangan PT Sinar Mas Andana Industri Terkini

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 434
    • 0Komentar

    PT Sinar Mas Andana Industri (SMAI) adalah salah satu entitas dari grup Sinar Mas yang bergerak di bidang industri. Meski tidak secara eksplisit disebut dalam referensi yang tersedia, konsep “Sinar Mas Andana” bisa merujuk pada keterlibatan grup ini dalam sektor industri, termasuk pengelolaan hutan tanaman industri, produksi pulp dan kertas, serta kegiatan agribisnis. Dalam konteks […]

  • Pentingnya Jurnal dalam Mengembangkan Strategi E-Commerce

    Pentingnya Jurnal dalam Mengembangkan Strategi E-Commerce

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce telah menjadi salah satu pilar utama dalam dunia bisnis. Namun, di balik kesuksesan sebuah platform e-commerce, terdapat peran penting dari jurnal-jurnal yang berisi data, analisis, dan strategi pengembangan bisnis. Jurnal tentang e-commerce tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi alat kritis dalam mengambil keputusan bisnis […]

  • Pemerintah Memperkuat Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Upah Minimum: Apa yang Perlu Diketahui?

    Pemerintah Memperkuat Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Upah Minimum: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan pembayaran upah minimum di berbagai sektor. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah untuk melindungi hak pekerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Seiring dengan peningkatan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar 6,5%, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk memastikan bahwa aturan tersebut diterapkan secara adil dan transparan. Penjelasan tentang […]

  • Ini Salah Satu Prinsip Utama Ekonomi Syariah yang Wajib Diketahui

    Ini Salah Satu Prinsip Utama Ekonomi Syariah yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Ekonomi syariah kini semakin diminati, terutama di Indonesia. Bukan hanya karena ajaran Islam, tetapi juga karena prinsip-prinsipnya yang menjunjung keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Salah satu prinsip utama ekonomi syariah yang wajib diketahui adalah kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT. Prinsip ini menjadi dasar dari seluruh sistem ekonomi dalam perspektif Islam. Pengertian Kepemilikan sebagai […]

expand_less