Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 371
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengetatan Regulasi Keuangan Digital Demi Integritas Pasar

    Pengetatan Regulasi Keuangan Digital Demi Integritas Pasar

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Pengetatan Regulasi Keuangan Digital: Langkah untuk Meningkatkan Integritas Pasar Dalam era digital yang semakin berkembang, sektor keuangan menghadapi tantangan baru terkait stabilitas pasar dan perlindungan investor. Di tengah pertumbuhan pesat industri fintech dan kripto, pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah signifikan dalam menetapkan regulasi yang lebih ketat. Hal ini dilakukan sebagai […]

  • Jelaskan 3 Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Antarnegara

    Jelaskan 3 Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Antarnegara

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Perdagangan antarnegara adalah proses tukar-menukar barang dan jasa antar negara, yang menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian global. Proses ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didorong oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan tiga faktor utama yang mendorong terjadinya perdagangan antarnegara. Perbedaan Sumber Daya Alam Setiap negara memiliki sumber […]

  • Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Capai Rp97,60 Triliun

    Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Capai Rp97,60 Triliun

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, sektor mineral kembali menunjukkan kontribusi signifikan dalam menopang pertumbuhan investasi nasional. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada semester I 2025 mencapai 13,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp225,8 triliun. Dari total tersebut, sektor mineral menjadi penyumbang utama dengan nilai investasi […]

  • Apa itu UBS!……….Buka Gerbang Kesuksesan Anda: Memahami Kekuatan Marketing Plan UBS International

    Apa itu UBS!……….Buka Gerbang Kesuksesan Anda: Memahami Kekuatan Marketing Plan UBS International

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Oleh: Buya Ermas Anda telah melihatnya. Anda telah membaca Marketing Plan-nya dan mungkin bertanya-tanya, “Apakah ini nyata? Apakah ini peluang yang saya tunggu-tunggu?” Saya di sini tidak hanya untuk mengatakan bahwa ini nyata, tetapi untuk menjelaskan *mengapa* ini adalah salah satu rencana pemasaran paling powerful yang pernah saya lihat, dan bagaimana Anda bisa memposisikan diri […]

  • Mengenal Investasi Samsung di Indonesia: Peluang dan Strategi Terbaik

    Mengenal Investasi Samsung di Indonesia: Peluang dan Strategi Terbaik

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Investasi Samsung di Indonesia telah menjadi salah satu contoh sukses perusahaan teknologi global yang berkomitmen membangun ekosistem bisnis dan inovasi di tanah air. Dari awal kehadirannya hingga saat ini, Samsung tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai inisiatif strategis. Sejak 2015, Samsung telah membangun pabrik smartphone dan […]

  • Cara Memulai Bisnis Jam Tangan Grosir yang Menguntungkan

    Cara Memulai Bisnis Jam Tangan Grosir yang Menguntungkan

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Slug: cara-memulai-bisnis-jam-tangan-grosir-yang-menguntungkan Bisnis jam tangan grosir menjadi salah satu pilihan menarik bagi para pengusaha di Indonesia. Dengan permintaan pasar yang stabil dan potensi keuntungan yang cukup besar, bisnis ini bisa menjadi peluang yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik. Namun, memulai bisnis jam tangan grosir tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan strategi, pengetahuan tentang pasar, serta […]

expand_less