Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Ekspor Besi dan Baja Tetap Jadi Kontributor Utama Nonmigas di Indonesia

Ekspor Besi dan Baja Tetap Jadi Kontributor Utama Nonmigas di Indonesia

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Indonesia terus menunjukkan kekuatan ekonominya melalui sektor industri nonmigas, khususnya ekspor besi dan baja. Sebagai salah satu komoditas utama yang mendukung perekonomian nasional, besi dan baja tidak hanya menjadi tulang punggung ekspor tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan industri pengolahan. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor ini terus meningkat, bahkan mencatatkan peningkatan signifikan secara tahunan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2025, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai 72,55% dari total ekspor Indonesia, dengan nilai sebesar US$13,22 miliar. Di antara komoditas tersebut, besi dan baja menjadi salah satu penyumbang terbesar. Nilai ekspornya mencapai US$2,79 miliar, naik sebesar 18,74% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sektor baja masih menjadi andalan dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Industri baja Indonesia dalam produksi

Pemerintah telah menyadari pentingnya sektor ini, sehingga berbagai langkah strategis dilakukan untuk menjaga daya saing dan memperkuat ekosistem industri baja. Salah satunya adalah dengan memperketat pengawasan impor, karena impor baja yang tinggi dinilai mengganggu perkembangan industri dalam negeri. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi antar kementerian dan membuka peluang investasi baru di sektor baja.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, dan Kementerian Keuangan. Terutama Kemenkeu yang ada Bea Cukai di border, yang bisa melakukan pengawasan langsung terhadap barang masuk ke Indonesia,” ujarnya. Langkah ini mirip dengan cara pemerintah dalam menghadapi impor produk tekstil, yang diperkuat dengan pengawasan ketat di perbatasan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. “Jika industri baja ingin masuk ke pasar dalam negeri, mereka harus berinvestasi di Indonesia, bangun pabrik di Indonesia, sehingga mereka juga punya akses ke pasar domestik,” tambah Faisol. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperluas peluang ekspor.

Ekspor besi baja dari pelabuhan Indonesia

Tidak hanya itu, pemerintah juga fokus pada hilirisasi dan substitusi impor. Dengan hilirisasi, industri baja dapat meningkatkan nilai tambah produk, sementara substitusi impor akan memperkuat kemandirian bahan baku dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana industri logam dasar menjadi salah satu sektor prioritas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas, termasuk besi dan baja, merupakan mesin utama ekspor nasional. “Kontribusi ini membuktikan bahwa industri pengolahan nonmigas adalah penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian kita,” ujarnya. Data menunjukkan bahwa impor bahan baku untuk industri pengolahan nonmigas mencapai US$11,35 miliar pada Agustus 2025, atau sekitar 74,5% dari total impor nasional. Namun, angka ini justru menjadi indikasi positif karena sebagian besar impor digunakan untuk produksi, bukan konsumsi akhir.

Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian pada September 2025 mencapai 53,02 poin, masih berada di zona ekspansi. IKI ekspor mencapai 53,99 poin, menunjukkan bahwa permintaan luar negeri terhadap produk industri pengolahan tetap stabil. Hal ini memberikan keyakinan bahwa sektor baja dan industri lainnya masih memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dalam kerangka RPJMN 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045, industri baja ditetapkan sebagai sektor prioritas. Kemenperin menggariskan lima kebijakan utama untuk memperkuat ekosistem industri baja, seperti memperkuat daya saing, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas produk. Dengan pendekatan ini, diharapkan sektor baja dapat menjadi penggerak utama ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Ekspor besi baja dari Indonesia ke negara lain

Pertumbuhan sektor baja juga didukung oleh minat investor asing yang tinggi. Menurut Faisol Riza, hampir setiap hari perusahaan-perusahaan dari luar datang ke Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Investasi untuk menanyakan proses investasi di Indonesia. Beberapa negara seperti Eropa, China, dan Vietnam bahkan sudah menunjukkan ketertarikan untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Dengan segala upaya yang dilakukan, sektor baja Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Tidak hanya sebagai kontributor utama ekspor nonmigas, sektor ini juga menjadi tulang punggung industrialisasi nasional menuju 2045. Dengan dukungan pemerintah, investasi, dan kepercayaan dunia internasional, besi dan baja akan terus menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia.

FAQ

Apa saja komoditas utama yang menopang ekspor nonmigas Indonesia?

Komoditas utama yang menopang ekspor nonmigas Indonesia antara lain besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik, produk kimia dan farmasi, serta produk makanan dan minuman olahan.

Bagaimana pemerintah menangani impor baja yang tinggi?

Pemerintah memperketat pengawasan impor baja dan mendorong investasi dari luar negeri untuk membangun pabrik di Indonesia, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

Apa tujuan dari kebijakan hilirisasi dan substitusi impor?

Tujuan dari kebijakan hilirisasi adalah meningkatkan nilai tambah produk, sedangkan substitusi impor bertujuan untuk memperkuat kemandirian bahan baku dalam negeri.

Apakah industri baja menjadi sektor prioritas pemerintah?

Ya, industri baja ditetapkan sebagai sektor prioritas dalam RPJMN 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.

Bagaimana kondisi ekspor nonmigas Indonesia saat ini?

Ekspor nonmigas Indonesia mencapai 72,55% dari total ekspor, dengan pertumbuhan yang stabil dan berkontribusi besar terhadap devisa negara.

Tags:

EksporBesiDanBaja #Nonmigas #EkonomiIndonesia #IndustriBaja #EksporNasional #PemerintahIndonesia #InvestasiLuarNegeri #Hilirisasi #SubstitusiImpor #IndustriManufaktur

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Saham Baca Hari Ini: Panduan Terkini untuk Investor

    Analisis Saham Baca Hari Ini: Panduan Terkini untuk Investor

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Investasi saham sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang kompleks dan penuh risiko. Namun, dengan strategi yang tepat, berinvestasi di saham bisa menjadi cara efektif untuk membangun kekayaan jangka panjang. Salah satu aspek penting dalam berinvestasi saham adalah memahami pergerakan harga saham setiap hari, termasuk saham Baca (BACA) yang sering menjadi sorotan. Saham […]

  • Apa Itu Susu Beruang dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Apa Itu Susu Beruang dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    [susuh beruang untuk apa] Susu beruang, atau yang dikenal juga dengan nama Bear Brand, adalah salah satu merek susu yang populer di Indonesia. Meski namanya mengandung kata “beruang”, sebenarnya susu ini tidak berasal dari hewan beruang. Susu beruang adalah susu sapi yang telah melalui proses sterilisasi khusus untuk menjaga kualitas dan kebersihannya. Proses ini membuat […]

  • Indonesia Menjadi Rumah Bagi 20 Persen Perusahaan Fintech di ASEAN: Tren dan Perkembangan Terkini

    Indonesia Menjadi Rumah Bagi 20 Persen Perusahaan Fintech di ASEAN: Tren dan Perkembangan Terkini

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin pesat, Indonesia telah menunjukkan posisi dominannya sebagai pusat pengembangan industri fintech di kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah data menunjukkan bahwa Indonesia menjadi rumah bagi sekitar 20 persen perusahaan fintech di kawasan ini. Hal ini mencerminkan pertumbuhan pesat sektor keuangan digital yang berdampak signifikan terhadap perekonomian […]

  • Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang

    Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Sat Narkoba Polresta Deli Serdang kembali tangkap 2 pria yang diduga sebagai pengedar narkoba di Desa Sei Tuan Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang. Sabtu (08/08/26) Kedua pelaku berinisial I alias M (30) warga Dusun IV Desa Kebun Ubi Kec.Teluk Mengkudu Kab.Serdang Bedagai dan ASN (33) warga Dusun I Desa Makmur […]

  • Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia

    Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) menjadi salah satu era penting dalam sejarah Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintahan ini menciptakan perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Meskipun membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat dan stabilitas politik relatif, kebijakan yang diterapkan juga menimbulkan […]

  • Cara Mendapatkan Uang dari Facebook dengan Upload Video: Panduan Lengkap 2024

    Cara Mendapatkan Uang dari Facebook dengan Upload Video: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, banyak orang mencari cara untuk menghasilkan uang secara online. Salah satu metode yang populer adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook. Dengan upload video, Anda bisa tidak hanya berbagi konten menarik, tetapi juga menghasilkan pendapatan tambahan. Berikut panduan lengkap cara mendapatkan uang dari Facebook dengan upload video. Pertama-tama, penting […]

expand_less