Breaking News
light_mode
Beranda » Investasi » BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus bergerak, Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat langkah-langkahnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu fokus utama BI adalah menjaga agar yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik bagi investor asing. Langkah ini penting karena SBN menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung kebijakan moneter dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Pada tahun ini, BI telah merencanakan pembelian SBN di pasar sekunder senilai lebih dari Rp150 triliun. Tidak hanya itu, BI juga akan membeli SBN untuk pendanaan program 3 juta rumah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi triple intervention, yaitu intervensi di pasar spot, pasar Non-Deliverable Forward (NDF), serta pasar SBN sekunder. Dengan demikian, BI berupaya menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit yang optimal.

BI membeli SBN untuk stabilisasi pasar keuangan

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, R. Tri Wahyono, menjelaskan bahwa BI melakukan pembelian SBN secara hati-hati dan terukur. “Kami melihat kondisi pasar saat pembelian SBN agar tidak mendistorsi harga yang ada di market,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembelian SBN bukanlah tindakan yang mengurangi independensi BI, melainkan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Terkait dengan yield SBN, BI juga telah melakukan penyesuaian suku bunga acuan seiring dengan kebijakan pelonggaran moneter. Saat ini, BI rate telah diturunkan menjadi 5,25%. Sebagai respons, yield SBN dengan tenor 10 tahun turun ke kisaran 6,5%, sedangkan yield SBN bertenor pendek seperti 1 tahun berada di kisaran 5,5% hingga 5,6%.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan bahwa penurunan yield ini menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter mulai tersalurkan ke pasar keuangan. “Proses ini akan terus berlangsung dan kami bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan penurunan suku bunga terjadi di pasar keuangan,” tambahnya.

Yield SBN dan BI rate dalam grafik

Namun, meski yield SBN masih relatif tinggi dibandingkan BI rate, BI tetap berupaya menjaga daya tariknya bagi investor asing. Pasalnya, ketertarikan investor asing terhadap SBN sangat penting dalam memperkuat posisi rupiah dan menjaga keseimbangan pasar keuangan. BI memastikan bahwa pembelian SBN dilakukan secara transparan dan tidak mengganggu mekanisme pasar.

Menurut Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, kebijakan BI yang terus-menerus membeli SBN bisa berdampak pada persepsi pasar. “Investor akan mempertanyakan independensi BI dan kualitas kebijakannya,” katanya. Namun, BI tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan investor.

Investor asing memantau pasar SBN

Selain itu, BI juga menjalankan operasi moneter pro-market guna memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga. Hal ini mencakup penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repo antarpelaku pasar.

Dalam rangka menjaga kinerja pasar uang, BI juga terus memperkuat transmisi penurunan suku bunga. Dengan demikian, BI tidak hanya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, BI terus berupaya menjaga yield SBN agar tetap menarik bagi investor asing. Dengan langkah-langkah yang terukur dan transparan, BI berharap dapat memperkuat posisi rupiah dan menjaga keseimbangan pasar keuangan. Dengan begitu, Indonesia dapat tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para pemain global.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

    Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, JAKARTA – Kebocoran data pribadi kembali memantik keresahan publik. Di tengah maraknya penipuan digital, penyalahgunaan identitas, hingga praktik pinjaman online (pinjol), masyarakat kini mempertanyakan satu hal mendasar: ketika data pribadi bocor, siapa yang benar-benar bertanggung jawab melindungi korban? Persoalan tersebut mengemuka dalam program Phenomena Social Obsesi RPK 96.3 FM–PEWARNA, Senin (24/8/2026). Diskusi menghadirkan Eprina […]

  • Polda Metro Jaya Luruskan Temuan 996 Pucuk Diduga Senjata di Yayasan Jaksel: 995 Senapan Angin, 1 Senjata Api

    Polda Metro Jaya Luruskan Temuan 996 Pucuk Diduga Senjata di Yayasan Jaksel: 995 Senapan Angin, 1 Senjata Api

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, JAKSEL || – Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai penemuan sebanyak 996 pucuk benda berbentuk senjata dari sebuah yayasan di wilayah Jakarta Selatan (7/8/2026). Berdasarkan hasil pendalaman Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan, dari total 996 pucuk tersebut, sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Sementara […]

  • Informasi Terkini tentang Kawasan Industri Cikupa Mas

    Informasi Terkini tentang Kawasan Industri Cikupa Mas

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Kawasan Industri Cikupa Mas (KIPC) adalah salah satu kawasan industri terbesar di Tangerang, Banten. Dikelola oleh PT. Cikupa Mas Industrial Estate, anak perusahaan dari PT. Lippo Karawaci Tbk, KIPC menawarkan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan bisnis. Lokasi strategisnya, akses mudah, serta keamanan yang terjamin menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan manufaktur dan logistik. Lokasi […]

  • OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

    OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Di tengah maraknya aktivitas kejahatan siber dan tindakan ilegal di dunia digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengambil langkah tegas dengan meminta perbankan untuk memblokir ribuan rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas judi online. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak pidana keuangan yang semakin kompleks dan merugikan masyarakat. Menurut data terbaru, OJK […]

  • Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil yang Efisien dan Berkelanjutan

    Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil yang Efisien dan Berkelanjutan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Infrastruktur sipil adalah fondasi penting bagi perkembangan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Dari jalan raya hingga bangunan gedung, setiap komponen infrastruktur harus dikelola dengan baik agar dapat berfungsi secara optimal dan tahan lama. Dalam konteks ini, teknik pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sipil menjadi sangat krusial. Tidak hanya mengurangi risiko kerusakan, tetapi juga memastikan efisiensi biaya […]

  • Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4.75 persen. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada tanggal tersebut. Penurunan BI Rate ini menjadi bagian dari langkah kebijakan moneter yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sambil […]

expand_less