Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Cara Antisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

Cara Antisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

Pada setiap perayaan hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun Baru, permintaan terhadap berbagai komoditas kebutuhan pokok cenderung meningkat. Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat. Untuk menghadapi situasi ini, diperlukan strategi antisipasi yang tepat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memantau tren permintaan secara dini. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, sinyal kenaikan harga mulai terlihat sejak dua pekan lalu. “Biasanya, lonjakan akan signifikan setelah pertengahan Desember,” ujarnya. Dengan mengetahui pola permintaan, pemerintah dan pelaku usaha dapat menyiapkan pasokan yang cukup untuk menghindari kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak terkendali.

Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan operasi pasar guna menjaga ketersediaan komoditas penting. Misalnya, Perum Bulog dapat lebih fokus pada stabilisasi harga melalui distribusi yang merata. Hal ini terutama penting untuk komoditas seperti beras, cabai, bawang, telur, dan daging yang sering menjadi sorotan saat musim liburan. Menurut Mansuri, harga beras premium masih berada pada level Rp 12.500 hingga Rp 12.700 per kilogram, sedangkan beras medium juga masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

Di sisi lain, faktor cuaca juga turut memengaruhi kenaikan harga. Seperti yang terjadi di Batam, kenaikan curah hujan menyebabkan petani kesulitan dalam memanen sayuran. Akibatnya, harga sayuran seperti bayam, kangkung, dan tomat melonjak tajam. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah perlu bekerja sama dengan petani dan pengusaha lokal agar pasokan tetap lancar meski kondisi alam tidak bersahabat.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga sangat penting. Masyarakat perlu diajak untuk memahami bahwa kenaikan harga hanya sementara dan biasanya kembali normal setelah perayaan selesai. Agung Hendriadi dari Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kenaikan konsumsi hanya terjadi pada beberapa komoditas sehingga dampaknya tidak terlalu besar. “Harganya hanya berselang sehari sampai dua hari saja,” ujarnya.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan, pelaku bisnis juga perlu memperkuat rantai pasok dan mengatur stok secara efisien. Misalnya, para pedagang dapat memesan komoditas lebih awal agar tidak terkena kenaikan harga akibat ketidakstabilan pasokan. Selain itu, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan komoditas.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang baik, lonjakan permintaan komoditas menjelang hari besar keagamaan dapat diatasi tanpa mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus saling mendukung agar semua pihak dapat merayakan hari besar dengan tenang dan nyaman.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Kuasai Dan Serobot Lahan, Pasutri Dilaporkan Ke Poldasu

    Diduga Kuasai Dan Serobot Lahan, Pasutri Dilaporkan Ke Poldasu

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan –  Indra Bangsawan Harahap ahli waris Almarhum Abd Halim Harahap, pemilik lahan seluas kurang lebih 15 hektare (Ha) yang berada di wilayah Gunung Tua Julu, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara melaporkan pasangan suami-istri (Pasutri), RLS dan JH atas dugaan penguasaan tanpa hak, klaim sepihak, pengkaplingan, serta dugaan transaksi atas […]

  • Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi Dalam dunia bisnis yang dinamis, kepastian kebijakan menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi efisiensi operasional dan pertumbuhan perusahaan. Di Indonesia, sektor industri terus menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitasnya karena ketidakjelasan regulasi energi dan logistik. Tuntutan dari pelaku usaha terhadap kebijakan yang lebih stabil dan […]

  • Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang mengamankan dua orang pria berinisial MEL (33), warga Gang Family II Desa Bandar Kalipah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang yg selama ini berdomisili di Pagar Merbau dan inisial REB (20) warga Dusun 1 Desa Pagar Merbau I Kec. Pagar Merbau Kab. Deli […]

  • Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif di sektor ekspor, terutama dalam kinerja ekspor nonmigas yang mencatatkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$160,36 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian nasional sedang bergerak […]

  • Diduga “Jual Janji” Bebaskan Tahanan Narkoba Rp200 Juta, Oknum Pengacara Resmi Dipolisikan ke Polda Sumut

    Diduga “Jual Janji” Bebaskan Tahanan Narkoba Rp200 Juta, Oknum Pengacara Resmi Dipolisikan ke Polda Sumut

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Praktek oknum penegak hukum yang memanfaatkan penderitaan keluarga tersangka kembali mencoreng dunia peradilan. Ayu Miranda Syah Rani (33) resmi melaporkan seorang oknum pengacara berinisial AL ke SPKT Polda Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana penipuan dan pemerasan berkedok pengurusan perkara, Senin (24/8/2026). ​Laporan tersebut diterima resmi oleh pihak kepolisian dengan Surat Tanda […]

  • Penguatan Ekspor Melalui Program Hilirisasi: Strategi dan Dampak Terhadap Perekonomian Indonesia

    Penguatan Ekspor Melalui Program Hilirisasi: Strategi dan Dampak Terhadap Perekonomian Indonesia

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Indonesia terus berupaya meningkatkan kinerja ekspornya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu strategi utama yang digunakan adalah program hilirisasi, yang bertujuan untuk mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian, tetapi juga membuka peluang baru dalam perdagangan internasional. Hilirisasi sendiri merujuk pada proses pengolahan […]

expand_less