Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Pemerintah dan lembaga keuangan terus berupaya mempercepat realisasi program penghapusan kredit macet atau “hapus tagih” bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, isu ini menjadi perhatian utama baik dari pemerintah maupun masyarakat, khususnya karena dampak pandemi yang masih dirasakan oleh sebagian besar pelaku usaha.

DPR RI, sebagai lembaga legislatif, telah menyampaikan permintaan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak lebih cepat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri, yang menyebutkan bahwa hingga awal November 2025, baru sekitar 67 ribu debitur UMKM yang terealisasi dari target 1 juta debitur. Angka ini hanya mencapai sekitar enam persen, sehingga dinilai sangat lambat.

Menurut Hanif, program ini merupakan prioritas nasional yang harus segera diselesaikan. “Kami akan kawal agar OJK dan perbankan menuntaskannya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara OJK dan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penghapusan piutang berjalan efektif dan transparan.

UMKM Indonesia pembiayaan kredit

Selain itu, Komisi XI DPR RI juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme penghapusan hutang. Anggota Komisi XI, Didik Haryadi, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang salah paham antara “hapus buku” dan “hapus tagih”. Edukasi yang diperkuat akan membantu mencegah persepsi keliru dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Di sisi lain, OJK juga menilai bahwa penyaluran kredit UMKM saat ini masih lesu. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pertumbuhan kredit UMKM hanya naik 0,23% secara tahunan pada September 2025. Sementara itu, pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 7,70% yoy. Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Namun, OJK tidak tinggal diam. Pihaknya telah merilis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses penyaluran pembiayaan, sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan modal tanpa terlalu banyak hambatan administratif.

OJK Indonesia kebijakan UMKM

Meski demikian, OJK tetap menekankan bahwa bank harus menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Risiko di segmen UMKM memang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, sehingga perlu adanya penilaian yang lebih teliti. Selain itu, peningkatan kemampuan pelaku UMKM juga penting agar kredit tidak mengalami kemacetan atau macet.

Dalam konteks yang lebih luas, OJK juga mendorong agar kebijakan hapus tagih bagi UMKM di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan sektor UMKM sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan dan kementerian-kementerian terkait untuk memperkuat aturan penghapusan piutang. Tujuannya adalah agar proses penyelesaian kredit macet di bank Himbara bisa lebih cepat dan efektif.

OJK DPR UMKM kebijakan hapus tagih

Program penghapusan piutang ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024. Targetnya adalah menghapus piutang macet sebanyak 1 juta UMKM. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 67 ribu UMKM yang berhasil terealisasi. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan, sehingga membutuhkan upaya lebih keras dari pemerintah dan OJK.

Selain itu, mayoritas pembiayaan UMKM di Jawa Tengah disalurkan ke sektor perdagangan (48,49%) dan pertanian (29,47%), yang memiliki risiko musiman tinggi. Oleh karena itu, pendampingan usaha dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM sangat penting agar mereka mampu bertahan dan berkembang.

UMKM Indonesia penghapusan hutang

Dari semua aspek tersebut, tampak jelas bahwa kebijakan hapus tagih UMKM tidak hanya sekadar tentang penghapusan utang, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan membangkitkan kembali semangat bisnis di kalangan pelaku UMKM. OJK dan DPR RI memiliki peran kunci dalam memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

FAQ

Apa tujuan dari program hapus tagih UMKM?

Program hapus tagih UMKM bertujuan untuk meringankan beban utang para pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak pandemi dan tekanan ekonomi. Dengan penghapusan kredit macet, diharapkan UMKM dapat kembali bangkit dan berproduksi tanpa beban utang yang berat.

Bagaimana proses penghapusan piutang dijalankan?

Proses penghapusan piutang dilakukan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK dan pemerintah. Pelaku UMKM yang memenuhi syarat akan diajukan untuk penghapusan kredit macet, yang kemudian diproses oleh bank dan OJK.

Apakah semua UMKM bisa mengajukan penghapusan piutang?

Tidak semua UMKM dapat mengajukan penghapusan piutang. Ada kriteria yang harus dipenuhi, seperti besarnya pinjaman, durasi keterlambatan pembayaran, dan kondisi keuangan pelaku usaha.

Apa yang dilakukan OJK untuk mempercepat realisasi program ini?

OJK melakukan diskusi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta memperkuat aturan penghapusan piutang agar prosesnya lebih cepat dan efektif. Selain itu, OJK juga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025.

Bagaimana peran DPR dalam program ini?

DPR RI berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program hapus tagih UMKM. DPR menuntut OJK dan perbankan agar menyelesaikan target 1 juta debitur UMKM secepat mungkin.

Tagging

  • DPR
  • OJK
  • UMKM
  • Hapus Tagih
  • Kredit Macet
  • Program UMKM
  • Penghapusan Utang
  • Pembiayaan UMKM
  • Inklusi Keuangan
  • Ekonomi Indonesia
  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Global

    Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Global

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk atau sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan industri lokal dalam menghadapi persaingan global. Di tengah era perdagangan bebas yang semakin ketat, pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan trade remedy sebagai salah satu strategi untuk melindungi industri domestik dari praktik perdagangan yang tidak sehat. Kebijakan ini menjadi […]

  • Psikologi Industri dan Organisasi dalam perusahaan modern

    Psikologi Industri dan Organisasi dalam perusahaan modern

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pengertian dan Peran Psikologi Industri dan Organisasi dalam Perusahaan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) adalah cabang psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam konteks dunia kerja. Fokus utamanya adalah memahami, menganalisis, dan mengelola interaksi antara individu, kelompok, dan organisasi guna meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan efektivitas organisasi. Dalam era kompetitif dan dinamis seperti sekarang, PIO menjadi salah […]

  • Kontraksi Sektor Pertambangan dan Dampaknya pada Kebijakan Hilirisasi di Indonesia

    Kontraksi Sektor Pertambangan dan Dampaknya pada Kebijakan Hilirisasi di Indonesia

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, sektor pertambangan kembali menjadi sorotan setelah mengalami kontraksi dalam beberapa periode terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lapangan usaha pertambangan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan pertumbuhan di triwulan III 2025. Hal ini memicu pertanyaan besar tentang bagaimana kebijakan hilirisasi dapat tetap berjalan efektif meskipun sektor utama […]

  • Produk Perbankan Terbaik yang Cocok untuk Siswa

    Produk Perbankan Terbaik yang Cocok untuk Siswa

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Produk Perbankan Terbaik yang Cocok untuk Siswa Menabung adalah salah satu kebiasaan penting yang perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Dengan menabung, anak-anak akan belajar mengelola uang, merencanakan keuangan, dan memahami nilai waktu. Namun, tidak semua produk tabungan cocok untuk siswa. Oleh karena itu, memilih produk perbankan yang tepat sangat krusial agar bisa membantu siswa […]

  • Cara Menjaga Keseimbangan Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Petani

    Cara Menjaga Keseimbangan Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan kesejahteraan petani adalah tantangan yang kompleks, namun sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan iklim yang semakin mengancam, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan bagi para petani. Dalam artikel […]

  • Kripto Kembali ‘Bull Run’ di Awal 2026, Apakah Aman untuk Dana Mudik?

    Kripto Kembali ‘Bull Run’ di Awal 2026, Apakah Aman untuk Dana Mudik?

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berubah, aset kripto kembali menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Fenomena ini mengundang perhatian luas dari masyarakat, termasuk para pemilik dana mudik yang sedang mencari alternatif investasi yang bisa memberikan imbal hasil tinggi. Namun, apakah kripto benar-benar aman untuk digunakan sebagai dana mudik? Pertanyaan ini menjadi […]

expand_less