Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 334
  • comment 0 komentar

Pemerintah dan lembaga keuangan terus berupaya mempercepat realisasi program penghapusan kredit macet atau “hapus tagih” bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, isu ini menjadi perhatian utama baik dari pemerintah maupun masyarakat, khususnya karena dampak pandemi yang masih dirasakan oleh sebagian besar pelaku usaha.

DPR RI, sebagai lembaga legislatif, telah menyampaikan permintaan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak lebih cepat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri, yang menyebutkan bahwa hingga awal November 2025, baru sekitar 67 ribu debitur UMKM yang terealisasi dari target 1 juta debitur. Angka ini hanya mencapai sekitar enam persen, sehingga dinilai sangat lambat.

Menurut Hanif, program ini merupakan prioritas nasional yang harus segera diselesaikan. “Kami akan kawal agar OJK dan perbankan menuntaskannya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara OJK dan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penghapusan piutang berjalan efektif dan transparan.

UMKM Indonesia pembiayaan kredit

Selain itu, Komisi XI DPR RI juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme penghapusan hutang. Anggota Komisi XI, Didik Haryadi, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang salah paham antara “hapus buku” dan “hapus tagih”. Edukasi yang diperkuat akan membantu mencegah persepsi keliru dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Di sisi lain, OJK juga menilai bahwa penyaluran kredit UMKM saat ini masih lesu. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pertumbuhan kredit UMKM hanya naik 0,23% secara tahunan pada September 2025. Sementara itu, pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 7,70% yoy. Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Namun, OJK tidak tinggal diam. Pihaknya telah merilis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses penyaluran pembiayaan, sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan modal tanpa terlalu banyak hambatan administratif.

OJK Indonesia kebijakan UMKM

Meski demikian, OJK tetap menekankan bahwa bank harus menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Risiko di segmen UMKM memang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, sehingga perlu adanya penilaian yang lebih teliti. Selain itu, peningkatan kemampuan pelaku UMKM juga penting agar kredit tidak mengalami kemacetan atau macet.

Dalam konteks yang lebih luas, OJK juga mendorong agar kebijakan hapus tagih bagi UMKM di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan sektor UMKM sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan dan kementerian-kementerian terkait untuk memperkuat aturan penghapusan piutang. Tujuannya adalah agar proses penyelesaian kredit macet di bank Himbara bisa lebih cepat dan efektif.

OJK DPR UMKM kebijakan hapus tagih

Program penghapusan piutang ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024. Targetnya adalah menghapus piutang macet sebanyak 1 juta UMKM. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 67 ribu UMKM yang berhasil terealisasi. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan, sehingga membutuhkan upaya lebih keras dari pemerintah dan OJK.

Selain itu, mayoritas pembiayaan UMKM di Jawa Tengah disalurkan ke sektor perdagangan (48,49%) dan pertanian (29,47%), yang memiliki risiko musiman tinggi. Oleh karena itu, pendampingan usaha dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM sangat penting agar mereka mampu bertahan dan berkembang.

UMKM Indonesia penghapusan hutang

Dari semua aspek tersebut, tampak jelas bahwa kebijakan hapus tagih UMKM tidak hanya sekadar tentang penghapusan utang, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan membangkitkan kembali semangat bisnis di kalangan pelaku UMKM. OJK dan DPR RI memiliki peran kunci dalam memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

FAQ

Apa tujuan dari program hapus tagih UMKM?

Program hapus tagih UMKM bertujuan untuk meringankan beban utang para pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak pandemi dan tekanan ekonomi. Dengan penghapusan kredit macet, diharapkan UMKM dapat kembali bangkit dan berproduksi tanpa beban utang yang berat.

Bagaimana proses penghapusan piutang dijalankan?

Proses penghapusan piutang dilakukan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK dan pemerintah. Pelaku UMKM yang memenuhi syarat akan diajukan untuk penghapusan kredit macet, yang kemudian diproses oleh bank dan OJK.

Apakah semua UMKM bisa mengajukan penghapusan piutang?

Tidak semua UMKM dapat mengajukan penghapusan piutang. Ada kriteria yang harus dipenuhi, seperti besarnya pinjaman, durasi keterlambatan pembayaran, dan kondisi keuangan pelaku usaha.

Apa yang dilakukan OJK untuk mempercepat realisasi program ini?

OJK melakukan diskusi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta memperkuat aturan penghapusan piutang agar prosesnya lebih cepat dan efektif. Selain itu, OJK juga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025.

Bagaimana peran DPR dalam program ini?

DPR RI berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program hapus tagih UMKM. DPR menuntut OJK dan perbankan agar menyelesaikan target 1 juta debitur UMKM secepat mungkin.

Tagging

  • DPR
  • OJK
  • UMKM
  • Hapus Tagih
  • Kredit Macet
  • Program UMKM
  • Penghapusan Utang
  • Pembiayaan UMKM
  • Inklusi Keuangan
  • Ekonomi Indonesia
  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Energi Bersubsidi dengan Aturan Harga yang Ditetapkan

    Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Energi Bersubsidi dengan Aturan Harga yang Ditetapkan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti roller coaster yang naik turun tak menentu? Kenaikan harga BBM yang signifikan sering kali menjadi berita utama dan perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Bagaimana tidak, BBM merupakan komponen penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak […]

  • Adopsi Platform Digital Mempercepat Transaksi Keuangan di Indonesia: Tren Terkini dan Dampaknya

    Adopsi Platform Digital Mempercepat Transaksi Keuangan di Indonesia: Tren Terkini dan Dampaknya

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Di tengah era digital yang semakin berkembang, adopsi platform digital di Indonesia telah menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat transaksi keuangan. Perubahan ini tidak hanya mengubah cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan pesat dari sistem pembayaran digital seperti BI-FAST dan QRIS, Indonesia kini semakin dekat dengan visi […]

  • Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Tantangan

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Di tengah upaya pemerintah dan lembaga keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, pertumbuhan kredit UMKM pada tahun 2025 tercatat melambat, dengan laju pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit korporasi atau konsumsi. Artikel ini akan […]

  • Mengenal Infrastruktur dan Suprastruktur Politik dalam Sistem Pemerintahan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, istilah “infrastruktur dan suprastruktur politik” sering muncul sebagai bagian dari analisis sistem pemerintahan. Namun, apakah Anda sudah memahami secara jelas apa makna kedua istilah ini? Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang infrastruktur dan suprastruktur politik, serta perannya dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas sistem pemerintahan di Indonesia. […]

  • Cara Bisnis Server Pulsa All Operator yang Menguntungkan dan Mudah Diakses

    Cara Bisnis Server Pulsa All Operator yang Menguntungkan dan Mudah Diakses

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    slug: cara-bisnis-server-pulsa-all-operator Di era digital seperti sekarang, bisnis server pulsa all operator menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dengan permintaan pulsa dan paket data yang terus meningkat, menjalankan bisnis ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil. Namun, untuk memulai dan mengembangkan bisnis ini, Anda perlu memahami langkah-langkahnya dengan baik. Berikut panduan lengkap cara bisnis […]

  • Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Rafarekonomi.com, Medan – Kepemimpinan Guntur Syahputra di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai resmi berlanjut. Melalui Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan di Wisma Menteng Indah, Medan, Guntur Syahputra kembali dipercaya dan terpilih sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai untuk masa bakti 2026–2029. ​Terpilihnya […]

expand_less