Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 398
  • comment 0 komentar

Pemerintah dan lembaga keuangan terus berupaya mempercepat realisasi program penghapusan kredit macet atau “hapus tagih” bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, isu ini menjadi perhatian utama baik dari pemerintah maupun masyarakat, khususnya karena dampak pandemi yang masih dirasakan oleh sebagian besar pelaku usaha.

DPR RI, sebagai lembaga legislatif, telah menyampaikan permintaan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak lebih cepat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri, yang menyebutkan bahwa hingga awal November 2025, baru sekitar 67 ribu debitur UMKM yang terealisasi dari target 1 juta debitur. Angka ini hanya mencapai sekitar enam persen, sehingga dinilai sangat lambat.

Menurut Hanif, program ini merupakan prioritas nasional yang harus segera diselesaikan. “Kami akan kawal agar OJK dan perbankan menuntaskannya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara OJK dan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penghapusan piutang berjalan efektif dan transparan.

UMKM Indonesia pembiayaan kredit

Selain itu, Komisi XI DPR RI juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme penghapusan hutang. Anggota Komisi XI, Didik Haryadi, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang salah paham antara “hapus buku” dan “hapus tagih”. Edukasi yang diperkuat akan membantu mencegah persepsi keliru dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Di sisi lain, OJK juga menilai bahwa penyaluran kredit UMKM saat ini masih lesu. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pertumbuhan kredit UMKM hanya naik 0,23% secara tahunan pada September 2025. Sementara itu, pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 7,70% yoy. Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Namun, OJK tidak tinggal diam. Pihaknya telah merilis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses penyaluran pembiayaan, sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan modal tanpa terlalu banyak hambatan administratif.

OJK Indonesia kebijakan UMKM

Meski demikian, OJK tetap menekankan bahwa bank harus menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Risiko di segmen UMKM memang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, sehingga perlu adanya penilaian yang lebih teliti. Selain itu, peningkatan kemampuan pelaku UMKM juga penting agar kredit tidak mengalami kemacetan atau macet.

Dalam konteks yang lebih luas, OJK juga mendorong agar kebijakan hapus tagih bagi UMKM di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan sektor UMKM sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan dan kementerian-kementerian terkait untuk memperkuat aturan penghapusan piutang. Tujuannya adalah agar proses penyelesaian kredit macet di bank Himbara bisa lebih cepat dan efektif.

OJK DPR UMKM kebijakan hapus tagih

Program penghapusan piutang ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024. Targetnya adalah menghapus piutang macet sebanyak 1 juta UMKM. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 67 ribu UMKM yang berhasil terealisasi. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan, sehingga membutuhkan upaya lebih keras dari pemerintah dan OJK.

Selain itu, mayoritas pembiayaan UMKM di Jawa Tengah disalurkan ke sektor perdagangan (48,49%) dan pertanian (29,47%), yang memiliki risiko musiman tinggi. Oleh karena itu, pendampingan usaha dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM sangat penting agar mereka mampu bertahan dan berkembang.

UMKM Indonesia penghapusan hutang

Dari semua aspek tersebut, tampak jelas bahwa kebijakan hapus tagih UMKM tidak hanya sekadar tentang penghapusan utang, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan membangkitkan kembali semangat bisnis di kalangan pelaku UMKM. OJK dan DPR RI memiliki peran kunci dalam memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

FAQ

Apa tujuan dari program hapus tagih UMKM?

Program hapus tagih UMKM bertujuan untuk meringankan beban utang para pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak pandemi dan tekanan ekonomi. Dengan penghapusan kredit macet, diharapkan UMKM dapat kembali bangkit dan berproduksi tanpa beban utang yang berat.

Bagaimana proses penghapusan piutang dijalankan?

Proses penghapusan piutang dilakukan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK dan pemerintah. Pelaku UMKM yang memenuhi syarat akan diajukan untuk penghapusan kredit macet, yang kemudian diproses oleh bank dan OJK.

Apakah semua UMKM bisa mengajukan penghapusan piutang?

Tidak semua UMKM dapat mengajukan penghapusan piutang. Ada kriteria yang harus dipenuhi, seperti besarnya pinjaman, durasi keterlambatan pembayaran, dan kondisi keuangan pelaku usaha.

Apa yang dilakukan OJK untuk mempercepat realisasi program ini?

OJK melakukan diskusi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta memperkuat aturan penghapusan piutang agar prosesnya lebih cepat dan efektif. Selain itu, OJK juga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025.

Bagaimana peran DPR dalam program ini?

DPR RI berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program hapus tagih UMKM. DPR menuntut OJK dan perbankan agar menyelesaikan target 1 juta debitur UMKM secepat mungkin.

Tagging

  • DPR
  • OJK
  • UMKM
  • Hapus Tagih
  • Kredit Macet
  • Program UMKM
  • Penghapusan Utang
  • Pembiayaan UMKM
  • Inklusi Keuangan
  • Ekonomi Indonesia
  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kata-Kata Sindiran Tentang Uang yang Penuh Makna dan Menghibur

    Kata-Kata Sindiran Tentang Uang yang Penuh Makna dan Menghibur

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Dalam kehidupan sehari-hari, uang sering menjadi bagian tak terpisahkan dari segala aktivitas. Namun, tidak semua orang memperlakukan uang dengan cara yang baik. Terkadang, ada orang yang hanya mengingat kita saat butuh uang, lalu menghilang begitu saja. Untuk itu, kata-kata sindiran bisa menjadi cara yang efektif untuk menyadarkan mereka tanpa harus menimbulkan konflik. Berikut ini adalah […]

  • Pertemuan KSSK Keempat 2025: Fokus pada Risiko Downside dan Solusi Strategis

    Pertemuan KSSK Keempat 2025: Fokus pada Risiko Downside dan Solusi Strategis

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) keempat tahun 2025 menjadi momen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam pertemuan ini, berbagai risiko yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya downside risks, menjadi fokus utama pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Koordinator KSSK, menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai lebih dari 5,5 persen pada […]

  • Cara Daftar UMKM Tahap 3 dengan Link Pendaftaran Resmi

    Cara Daftar UMKM Tahap 3 dengan Link Pendaftaran Resmi

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Indonesia, pemerintah terus berupaya mempermudah proses administrasi bagi pelaku usaha. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pendaftaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara online. Dengan adanya layanan digital, pelaku bisnis kini bisa mendaftarkan usahanya hanya dengan beberapa klik dari rumah. Proses ini tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan manfaat […]

  • Polsek Sindangwangi Bersama Tiga Pilar Gelar GEBER JUM’AT di Desa Leuwilaja

    Polsek Sindangwangi Bersama Tiga Pilar Gelar GEBER JUM’AT di Desa Leuwilaja

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Majalengka — Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergitas dengan pemerintah dan masyarakat, Polsek Sindangwangi Polres Majalengka bersama unsur Forkopimcam Sindangwangi melaksanakan kegiatan Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jum’at (GEBER JUM’AT), Jumat (25/9/2026).   Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 06.00 WIB, bertempat di Blok Jum’at, Desa Leuwilaja, Kecamatan Sindangwangi, […]

  • Wartawan Diduga Dikeroyok 10 Orang, Ditelanjangi dan Dirampok Saat Liputan di Rawalumbu, Diantaranya Oknum TNI

    Wartawan Diduga Dikeroyok 10 Orang, Ditelanjangi dan Dirampok Saat Liputan di Rawalumbu, Diantaranya Oknum TNI

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com | Kota Bekasi – Wartawan RadarEkonomi.com, Jonri Gultom (52) diduga dikeroyok, dipaksa membuka baju, dirampok uang serta HP-nya saat sedang melakukan peliputan diduga transaksi obat daftar G di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (9/10/2026), sekira pukul 18.15 WIB. Diduga pelaku pengeroyokan berjumlah lebih kurang 10 orang. Mereka memukul, menendang serta menyabet korban menggunakan selang […]

  • Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Kebijakan ekonomi Jepang di Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kolonial, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan perekonomian negara ini. Meskipun pendudukan Jepang di Indonesia berlangsung dalam masa singkat (1942–1945), kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pihak Jepang menciptakan perubahan signifikan dalam struktur ekonomi, sumber daya alam, dan hubungan antar-negara. Artikel ini akan membahas […]

expand_less