Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » Kebijakan PPh 21 DTP: Strategi Mengatasi Kenaikan Biaya Hidup di Sektor Pariwisata

Kebijakan PPh 21 DTP: Strategi Mengatasi Kenaikan Biaya Hidup di Sektor Pariwisata

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 402
  • comment 0 komentar

Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, khususnya di sektor pariwisata. Salah satu kebijakan yang dianggap penting adalah perluasan pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) ke sektor pariwisata melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2025. Kebijakan ini dirancang untuk meredam dampak kenaikan biaya hidup yang terjadi di berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata.

Insentif ini ditujukan kepada pegawai di industri pariwisata seperti hotel, restoran, kafe, biro perjalanan wisata, hingga penyelenggara acara dan taman rekreasi. Dengan adanya kebijakan ini, pajak penghasilan yang biasanya dipotong dari gaji mereka akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah selama masa pajak Oktober hingga Desember 2025. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada para pekerja sekaligus menjaga stabilitas sektor pariwisata yang sangat vital bagi perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perluasan fasilitas fiskal ini merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi 2025 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas penciptaan lapangan kerja. “Bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, diperlukan dukungan pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi 2025,” ujarnya.

Namun, tidak semua pegawai di bidang industri tersebut dapat diberikan PPh Pasal 21 DTP. Adapun pegawai tertentu yang bisa diberikan PPh Pasal 21 DTP adalah yang memenuhi syarat sebagai berikut: pegawai tetap dengan gaji maksimal Rp10 juta per bulan atau pegawai tidak tetap dengan upah harian maksimal Rp500 ribu atau bulanan maksimal Rp10 juta. Selain itu, pegawai tersebut juga harus memiliki NIK/NPWP yang valid di sistem DJP dan tidak menerima insentif PPh 21 DTP lain.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini juga menjadi respons terhadap kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Laporan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebutkan bahwa kenaikan PPN berpotensi meningkatkan penerimaan negara tetapi juga berisiko memperburuk tekanan inflasi. “Tarif PPN yang lebih tinggi biasanya mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa secara langsung sehingga meningkatkan biaya hidup secara keseluruhan,” tulis laporan tersebut.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy menilai bahwa kenaikan PPN menjadi 12% akan memberikan dampak terhadap kenaikan inflasi dan menggerus daya beli yang bisa mempengaruhi perekonomian secara umum. “Perlambatan konsumsi untuk kelompok kelas menengah yang diakibatkan oleh rencana kenaikan PPN 12% sudah tentu akan sedikit banyak juga ikut mempengaruhi pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara umum,” tutur Yusuf.

Meski demikian, ada pendapat yang menyatakan bahwa kebijakan PPh 21 DTP ini hanya bersifat simbolik ketimbang substantif. Nailul Huda dari Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai bahwa insentif tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian. “Program PPh 21 DTP untuk sektor pariwisata ini saya rasa cuman pemanis kebijakan di akhir tahun yang digunakan untuk memperbaiki citra pemerintah,” katanya.

Dari sisi daya beli, Huda juga menyatakan bahwa dampaknya terhadap daya beli maupun konsumsi di sektor pariwisata juga minim. “Saya rasa tidak akan efektif mendorong ekonomi, dari sisi konsumsi sektor pariwisata. Apakah dengan PPh 21 DTP ini akan menurunkan harga layanan di sektor pariwisata? Saya rasa juga tidak berpengaruh apapun,” pungkas Huda.

Dalam rangka mengoptimalkan kebijakan ini, pemerintah juga telah menetapkan bahwa pemberi kerja yang bergerak di sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, kafe, agen perjalanan wisata, penyelenggara MICE, hingga pengelola taman rekreasi berhak memanfaatkan insentif ini. Ketentuannya mengacu pada klasifikasi lapangan usaha (KLU) utama sebagaimana tercatat dalam basis data administrasi Direktorat Jenderal Pajak.

Seiring dengan penerapan PMK 72/2025, pemerintah juga memastikan bahwa pemberi kerja wajib membuat bukti pemotongan serta melaporkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21/26. Dalam hal terjadi kelebihan pemotongan, bagian pajak yang tidak ditanggung pemerintah dapat dikembalikan atau dikompensasikan ke masa pajak berikutnya dengan melampirkan kertas kerja penghitungan dan bukti pemotongan tambahan melalui sistem DJP.

Secara keseluruhan, kebijakan PPh 21 DTP untuk sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi solusi sementara dalam menghadapi kenaikan biaya hidup yang memengaruhi sektor ekonomi. Meskipun ada kritik terhadap efektivitasnya, kebijakan ini tetap menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sektor pariwisata yang notabene menjadi salah satu sumber devisa utama Indonesia.

Tagging:
– Kebijakan PPh 21 DTP
– Pariwisata Indonesia
– Kenaikan Biaya Hidup
– Insentif Pajak
– Pertumbuhan Ekonomi
– Kenaikan PPN
– Kebijakan Ekonomi 2025

FAQ:

Apa itu PPh 21 DTP?

PPh 21 DTP adalah pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah atas penghasilan karyawan di sejumlah sektor tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan finansial kepada pekerja dan menjaga stabilitas sektor ekonomi.

Bagaimana cara mendapatkan insentif PPh 21 DTP?

Pegawai harus memenuhi syarat seperti batas penghasilan, memiliki NIK/NPWP yang valid, dan tidak menerima insentif lain. Selain itu, pemberi kerja juga harus memenuhi persyaratan klasifikasi lapangan usaha (KLU).

Apakah kebijakan ini efektif dalam mengatasi kenaikan biaya hidup?

Beberapa ahli menyatakan bahwa kebijakan ini hanya bersifat simbolik, namun pemerintah tetap melihatnya sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata.

Bagaimana dampak kenaikan PPN terhadap perekonomian?

Kenaikan PPN berpotensi meningkatkan inflasi dan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Apa tujuan utama dari kebijakan PPh 21 DTP di sektor pariwisata?

Tujuan utamanya adalah untuk meredam dampak kenaikan biaya hidup dan menjaga stabilitas sektor pariwisata yang menjadi sumber devisa utama Indonesia.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Keamanan dan Kelancaran Aktivitas Warga, Polres Cilegon Siapkan Pengamanan Aksi KMBP

    Jaga Keamanan dan Kelancaran Aktivitas Warga, Polres Cilegon Siapkan Pengamanan Aksi KMBP

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Cilegon – Polres Cilegon mematangkan kesiapan personel dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Koalisi Masyarakat Bojonegara-Puloampel (KMBP) Tegak Lurus. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Rabu (26/8/2026) Kesiapan pengamanan diawali dengan apel yang dilaksanakan di halaman PT […]

  • Salah Satu Manfaat Ekonomi Kreatif adalah Membangun Kesadaran Budaya dan Perekonomian Lokal

    Salah Satu Manfaat Ekonomi Kreatif adalah Membangun Kesadaran Budaya dan Perekonomian Lokal

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu pilar utama dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Salah satu manfaat penting dari sektor ini adalah kemampuannya untuk membangun kesadaran budaya dan perekonomian lokal. Dengan memadukan inovasi, kreativitas, dan kearifan lokal, ekonomi kreatif tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya yang unik dan khas. Pengembangan ekonomi kreatif di […]

  • 5 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli yang Wajib Dipahami

    5 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli yang Wajib Dipahami

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Ekonomi adalah salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks bisnis, ekonomi membantu kita memahami bagaimana sumber daya terbatas digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, pemahaman tentang pengertian ekonomi tidak hanya berhenti pada definisi umum. Untuk memperdalam pengetahuan, kita perlu melihat pandangan para ahli. Berikut ini adalah 5 pengertian ekonomi menurut para […]

  • Harga Administered Price Tetap Rendah di 1,10 Persen: Analisis dan Dampaknya

    Harga Administered Price Tetap Rendah di 1,10 Persen: Analisis dan Dampaknya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Pada era modern, kestabilan harga barang dan jasa yang diatur oleh pemerintah (administered price) menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh dari administered price adalah tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta air bersih. Dalam beberapa tahun terakhir, tren inflasi yang disebabkan oleh perubahan harga komoditas ini menjadi topik […]

  • Waktu Kerja Bursa Saham: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    Waktu Kerja Bursa Saham: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Pendahuluan Bagi para investor pemula, memahami jadwal dan waktu kerja bursa saham sangat penting. Tidak hanya membantu dalam mengatur strategi investasi, tetapi juga memastikan bahwa transaksi bisa dilakukan secara efisien. Artikel ini akan memberikan informasi lengkap tentang jam kerja bursa saham di Indonesia serta dampaknya terhadap aktivitas pasar modal. Pembukaan Jam kerja bursa saham menjadi […]

  • Profil dan Sejarah PT Satoria Aneka Industri: Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia

    Profil dan Sejarah PT Satoria Aneka Industri: Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 625
    • 0Komentar

    PT Satoria Aneka Industri (SAI) adalah salah satu perusahaan yang telah membangun reputasi kuat dalam dunia bisnis Indonesia. Dengan fokus pada perdagangan internasional, khususnya impor dan ekspor barang, perusahaan ini telah menjadi bagian penting dari rantai pasok global. Meski tidak banyak informasi publik yang tersedia, data perdagangan menunjukkan bahwa PT Satoria Aneka Industri memiliki kegiatan […]

expand_less