Breaking News
light_mode
Beranda » General » Minta Poldasu Periksa dan Tangkap Dugaan Penggelapan 3,4 miliar di Yayasan Yapensa

Minta Poldasu Periksa dan Tangkap Dugaan Penggelapan 3,4 miliar di Yayasan Yapensa

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Medan -Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Kebangsaan Sumatera Utara (Yapensa), Yulkarnaini Siregar, S.H., M.Hum melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan keuangan yayasan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara, Jumat (10/7/2026). Laporan tersebut telah diterima polisi dan teregister dengan Nomor:LP/B/1107/VII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 10 Juli 2026 pukul 14.20 WIB. Atas dugaan tindak pidana yang dilaporkan yaitu Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional berkaitan dengan Penggelapan Dalam Jabatan dengan Ancaman Hukuman Penjara Paling Lama 5 Tahun dan atau Pidana Denda Paling banyak Kategori V jo Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional berkaitan dengan Pemalsuan Surat dengan Ancaman Hukuman Paling Lama 6 Tahun atau Pidana Denda paling banyak Kategori VI .

Dalam laporannya, Yulkarnaini Siregar, S.H., M.Hum. melalui Penasehat Hukumnya, Dr. Khomaini, S.E., S.H., M.H. didampingi, Debrery Irfansyah Sembiring, S.H., M.H. pada wartawan, Jumat (10/7/2026) menjelaskan, dua orang sebagai terlapor, yakni, NR dan IK yang keduanya diketahui merupakan mantan Ketua Pengurus dan Mantan Anggota Pembina Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Yapensa) Sumatera Utara yang telah diberhentikan pada tanggal 09 Maret 2026 dan 06 April 2026 .

Dr Khomaini juga menyampaikan bahwa NR ini juga merupakan istri dari Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan Kebangsaan Sumatera Utara yang juga berprofesi sebagai ASN, dan saat ini menjabat sebagai salah satu Kabid di BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pemko Medan. Ia berharap kepada Kapoldasu melalui Ditreskrimum Poldasu segera melakukan penyelidikan dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan ketika sudah menemukan minimal 2 alat bukti agar selanjutnya kedua Terlapor dapat ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami yakin dan percaya Poldasu dibawah kepemimpinan Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. dapat bekerja secara Profesional dan Transparan sesuai dengan tag line Polri Presisi,”ungkapnya.

Lebih jauh, peristiwa ini bermula ketika pada 29 April 2026 pelapor menerima tiga berkas laporan kompilasi praktisi atas laporan keuangan yayasan untuk periode 30 Juni 2024, 30 Juni 2025, dan 31 Desember 2025 yang dikelurkan oleh Kantor Jasa Akuntan Publik Muhammad Fahmi, dimana dalam laporan tersebut disebutkan bahwa yayasan mengalami defisit keuangan sebesar lebih dari Rp3,4 miliar.

Menurut pelapor, kedua mantan pengurus yayasan itu menyatakan telah menanggulangi kekurangan dana tersebut saat masih menjabat dan kemudian meminta agar pihak yayasan mengganti dana yang diklaim telah mereka keluarkan. Selanjutnya, pada 14 Mei 2026, salah satu terlapor juga mengirimkan surat yang meminta pelapor segera melakukan pembayaran atas dugaan utang tersebut.

Merasa terdapat kejanggalan, pelapor kemudian menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Kuncara Budi Santosa & Rekan untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan yang disampaikan kedua terlapor. Hasil audit tersebut, menurut Auditor hasilya adalah Disclaimer, maknanya Auditor menolak memberikan Opini atas laporan keuangan Entitas, dikarenakan audit tidak mendapatkan bukti-bukti yang cukup atas Laporan yang disajikan oleh Yayasan.

Berdasarkan hasil audit itu, pelapor menduga justru telah terjadi penggelapan dalam jabatan atas keuangan yayasan dengan nilai sebagaimana tercantum dalam laporan pertanggungjawaban yang dilakukan oleh kedua terlapor. Dugaan tersebut dinilai telah mengakibatkan kerugian bagi Yayasan Pendidikan Kebangsaan Sumatera Utara secara menyeluruh.

Atas dasar itu, Yulkarnaini melaporkan kasus tersebut ke Poldasu dan meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memohon kepada Poldasu agar segera memanggil dan memeriksa kedua terlapor,”pungkas Yulkarnaini.

 

JG

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan KSSK Keempat 2025: Fokus pada Risiko Downside dan Solusi Strategis

    Pertemuan KSSK Keempat 2025: Fokus pada Risiko Downside dan Solusi Strategis

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) keempat tahun 2025 menjadi momen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam pertemuan ini, berbagai risiko yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya downside risks, menjadi fokus utama pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Koordinator KSSK, menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai lebih dari 5,5 persen pada […]

  • 34 Tarian Daerah Beserta Asal, Gambar, dan Propertinya yang Unik

    34 Tarian Daerah Beserta Asal, Gambar, dan Propertinya yang Unik

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, salah satunya terwujud dalam berbagai tarian daerah yang unik dan menarik. Setiap provinsi memiliki tarian khas yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat setempat. Dari Aceh hingga Papua, tarian-tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa. Pengertian dan Fungsi Tarian […]

  • OJK Aktif Blokir 29.906 Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    OJK Aktif Blokir 29.906 Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya aktivitas judi online di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah tegas untuk memblokir ribuan rekening bank yang terindikasi terkait transaksi perjudian daring. Hingga akhir Juli 2025, OJK mencatat sebanyak 29.906 rekening bank yang telah diblokir karena dugaan keterlibatan dalam kegiatan judi online. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan […]

  • AKSI GABUNGAN FABEM DAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR OLIGARKI, TANGKAP DAN ADILI NUSRON WAHID BESERTA KRONI-KRONI KORUPTOR!

    AKSI GABUNGAN FABEM DAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR OLIGARKI, TANGKAP DAN ADILI NUSRON WAHID BESERTA KRONI-KRONI KORUPTOR!

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Usut tuntas dugaan korupsi ATR/BPN, bongkar jaringan oligarki dan mafia tanah, selamatkan hak rakyat! Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026,Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaksana di lapangan, tetapi harus menelusuri dugaan jaringan oligarki, mafia tanah, pemilik modal, pengembang properti, dan pihak-pihak […]

  • Ini Salah Satu Prinsip Utama Ekonomi Syariah yang Wajib Diketahui

    Ini Salah Satu Prinsip Utama Ekonomi Syariah yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Ekonomi syariah kini semakin diminati, terutama di Indonesia. Bukan hanya karena ajaran Islam, tetapi juga karena prinsip-prinsipnya yang menjunjung keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Salah satu prinsip utama ekonomi syariah yang wajib diketahui adalah kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT. Prinsip ini menjadi dasar dari seluruh sistem ekonomi dalam perspektif Islam. Pengertian Kepemilikan sebagai […]

  • 5 Manfaat Utama E-Commerce Bagi Konsumen yang Harus Anda Ketahui

    5 Manfaat Utama E-Commerce Bagi Konsumen yang Harus Anda Ketahui

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan kemudahan akses dan berbagai fitur yang ditawarkan, e-commerce memberikan manfaat besar bagi konsumen. Tidak hanya memudahkan proses belanja, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih efisien dan hemat waktu. Berikut adalah lima manfaat utama e-commerce bagi konsumen. Kenyamanan dan Fleksibilitas […]

expand_less