Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi untuk Mendorong Wirausaha dan Hilirisasi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pentingnya peran pemerintah daerah dan lembaga pemerintah pusat dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif semakin terasa. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah kerja sama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong wirausaha dan hilirisasi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kontribusi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam perekonomian lokal.

Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan usaha yang adil dan berkelanjutan. Dalam beberapa kegiatan sosialisasi dan workshop yang digelar di Kota Kupang, kedua pihak menyampaikan visi bersama untuk menjadikan penyandang disabilitas sebagai bagian integral dari rantai nilai industri nasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak akses yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi.

Salah satu langkah konkret dalam kolaborasi ini adalah penyelenggaraan workshop pendampingan pembuatan Hak Akses Online Single Submission (OSS) dan Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Melalui sistem OSS yang berbasis risiko, pelaku usaha disabilitas dapat mengakses layanan perizinan secara lebih cepat, mudah, dan tanpa biaya. Ini menjadi gerbang legalitas yang penting bagi para pelaku usaha, terutama mereka yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan izin usaha.

Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan workshop business matching antara pelaku usaha besar dan menengah dengan pelaku usaha disabilitas. Kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan dukungan teknis dan finansial bagi UMKM disabilitas. Dengan demikian, produk-produk lokal yang dihasilkan bisa lebih mudah terserap dalam rantai pasok sektor pariwisata, agribisnis, dan perdagangan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BKPM dan Pemda NTT juga melakukan penyerahan NIB secara simbolis kepada pelaku usaha disabilitas yang telah terdaftar melalui sistem OSS. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian daerah.

Pemerintah Provinsi NTT, yang dipimpin oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pendekatan hilirisasi dan inklusi. Program one village/kelurahan one product hingga one community one product menjadi strategi utama dalam memaksimalkan potensi lokal, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas. Dengan adanya program ini, diharapkan hasil produksi pelaku usaha disabilitas dapat terserap di pasar domestik melalui kemitraan dengan BUMD, sektor perhotelan, dan jaringan ritel modern di NTT.

Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri, Rahardjo Siswohartono (Anton), menjelaskan bahwa NIB bukan hanya sekadar legalitas, tetapi juga menjadi alat untuk memperluas akses pelaku usaha disabilitas. Dengan sistem OSS yang efisien, pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan, pengadaan barang/jasa, dan kegiatan berisiko rendah tanpa prosedur yang rumit. Ini menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa pelaku usaha disabilitas bisa berkompetisi secara adil di pasar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada peningkatan daya saing produk UMKM disabilitas. Melalui fasilitasi seperti SJPH/halal, SNI Bina UMK, dan kemitraan dengan usaha besar, hotel, dan ritel modern, pemerintah berupaya agar produk inklusif lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Targetnya jelas: meningkatkan kesejahteraan dan memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha disabilitas.

Direktur Pemberdayaan Usaha, Delfinur Rizky Novihamzah, menekankan bahwa kemitraan antara usaha besar dan UMKM disabilitas menjadi langkah konkret untuk memastikan hasil produksi daerah memiliki nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Dengan kolaborasi ini, diharapkan pelaku usaha disabilitas bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara BKPM dan Pemda NTT juga menjadi bagian dari implementasi sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS. Sistem ini memungkinkan pelaku usaha memperoleh NIB secara daring, transparan, dan efisien tanpa biaya, sekaligus membuka akses terhadap sertifikasi halal, SNI Bina UMK, dan peluang kemitraan usaha yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, BKPM dan Pemda NTT memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pendataan, pelatihan, fasilitasi perizinan, serta perluasan kemitraan antara pelaku usaha disabilitas dengan pelaku usaha besar dan menengah. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas usaha (scaling-up) dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis, dan perdagangan di wilayah NTT.

Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi ini juga menjadi contoh bagaimana prinsip hilirisasi nasional bisa dijalankan seiring dengan prinsip pemerataan dan inklusivitas. Melalui partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam ekosistem investasi dan kewirausahaan, pemerintah berharap lahir lebih banyak wirausahawan tangguh yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

FAQ

Apa tujuan utama kolaborasi BKPM dan Pemda NTT?

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam sektor kewirausahaan, hilirisasi, dan rantai pasok industri lokal. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan meningkatkan akses dan kesempatan ekonomi yang setara bagi seluruh warga negara.

Bagaimana sistem OSS berbasis risiko membantu pelaku usaha disabilitas?

Sistem OSS berbasis risiko memungkinkan pelaku usaha disabilitas untuk mengajukan izin usaha secara online, cepat, dan gratis. Ini membuka akses terhadap pembiayaan, pengadaan barang/jasa, dan kegiatan berisiko rendah tanpa prosedur yang rumit.

Apa manfaat dari kemitraan antara usaha besar dan UMKM disabilitas?

Kemitraan ini membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan dukungan teknis dan finansial bagi UMKM disabilitas. Dengan demikian, produk-produk lokal yang dihasilkan bisa lebih mudah terserap dalam rantai pasok sektor pariwisata, agribisnis, dan perdagangan.

Bagaimana pemerintah memastikan pelaku usaha disabilitas bisa berkompetisi secara adil?

Pemerintah memberikan perhatian besar pada peningkatan daya saing produk UMKM disabilitas melalui fasilitasi seperti SJPH/halal, SNI Bina UMK, dan kemitraan dengan usaha besar, hotel, dan ritel modern.

Apa tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha disabilitas?

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya insentif ekonomi yang diperoleh, sehingga gerakan kampanye sering kali tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, pelaku usaha disabilitas perlu diajarkan untuk berwirausaha dan mengembangkan inovasi produk sesuai selera pasar.

Tagging

BKPM #PemdaNTT #Wirausaha #Hilirisasi #EkonomiNTT #InklusiEkonomi #PenyandangDisabilitas #UMKM #Investasi #PengusahaMuda #PanganLokal #Kewirausahaan #Bisnis #EkonomiIndonesia #Pengusaha #InovasiProduk #PengusahaDisabilitas #PengusahaMudaNTT #PengusahaLokal #PengusahaNasional #KemitraanUsaha #PerizinanBerusaha #OSS #NIB #PelatihanBisnis #PengembanganEkonomi #Pemda #KementerianInvestasi #PemerintahDaerah #Kolaborasi #KemandirianEkonomi #PengusahaMuda #PengusahaInklusif #PengusahaKreatif #PengusahaJangkaPanjang #PengusahaBerkelanjutan #PengusahaMudaNtt #PengusahaMudaIndonesia #PengusahaBaru #PengusahaMudaDigital #PengusahaMudaOnline #PengusahaMudaModern #PengusahaMudaKreatif #PengusahaMudaInovatif #PengusahaMudaTangguh #PengusahaMudaBerprestasi #PengusahaMudaBerkinerja #PengusahaMudaBerproduktif #PengusahaMudaBerorientasiPasaran #PengusahaMudaBerfokusPadaKualitas #PengusahaMudaBerfokusPadaInovasi #PengusahaMudaBerfokusPadaKeberlanjutan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKonsumen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPelanggan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengguna #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanManajemen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanTim #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengusaha #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKaryawan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengunjung #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPelanggan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKonsumen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengguna #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanManajemen #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanTim #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengusaha #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanKaryawan #PengusahaMudaBerfokusPadaKepuasanPengunjung

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang, banyak pekerja di Indonesia mulai mempertanyakan hak dan prosedur terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah bisa menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri? Pertanyaan ini tidak hanya relevan bagi karyawan yang sedang mencari alternatif keuangan, tetapi juga penting untuk memahami tata kelola jaminan sosial […]

  • Bank Perkuat Pengawasan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme: Langkah Terbaru yang Harus Diketahui

    Bank Perkuat Pengawasan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme: Langkah Terbaru yang Harus Diketahui

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, tantangan terhadap sistem keuangan juga semakin kompleks. Salah satu isu utama yang kini menjadi perhatian serius adalah anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme (CFT). Kedua aspek ini tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga keuangan, tetapi juga seluruh pelaku bisnis yang terlibat dalam transaksi keuangan. Baru-baru ini, Bank […]

  • Kebijakan Presiden Jokowi di Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya: Analisis Terkini

    Kebijakan Presiden Jokowi di Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya: Analisis Terkini

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Pendahuluan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memimpin Indonesia selama beberapa tahun terakhir dengan berbagai kebijakan yang menitikberatkan pada pembangunan nasional. Dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya, pemerintahan Jokowi mencoba menghadapi tantangan-tantangan yang kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel ini akan membahas secara mendalam kebijakan-kebijakan utama yang diterapkan oleh presiden Jokowi di tiga […]

  • Cara Membeli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap 2024

    Cara Membeli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Investasi di pasar modal kini semakin mudah dan terjangkau, terutama bagi para pemula yang ingin memulai perjalanan investasi. Salah satu saham yang populer dan diminati oleh banyak investor adalah saham Bank Central Asia (BCA) dengan kode BBCA. Bagi Anda yang baru mengenal dunia saham, berikut panduan lengkap cara membeli saham BCA baik secara online maupun […]

  • Pemblokiran Puluhan Ribu Rekening Judi Online: Upaya Jaga Kepercayaan Digital di Indonesia

    Pemblokiran Puluhan Ribu Rekening Judi Online: Upaya Jaga Kepercayaan Digital di Indonesia

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital, pemerintah dan lembaga terkait kini semakin giat melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan digital. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pemblokiran puluhan ribu rekening bank yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memutus aliran dana ilegal, tetapi juga sebagai […]

  • Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi isu yang sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya para pelaku bisnis dan pengembang properti. Dengan penurunan suku bunga BI dari 5,75% menjadi 5,25%, berbagai sektor ekonomi mulai melihat peluang baru. Salah satunya adalah sektor properti, yang tidak hanya terpengaruh secara langsung oleh […]

expand_less