Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Masa Orde Baru di Indonesia

Pengertian dan Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Masa Orde Baru di Indonesia

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 396
  • comment 0 komentar

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dari tahun 1966 hingga 1998, Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam berbagai aspek, termasuk dalam bidang ekonomi. Kebijakan ekonomi masa Orde Baru menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi nasional selama periode tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian serta pelaksanaan kebijakan ekonomi masa Orde Baru di Indonesia.

Pendahuluan

Orde Baru adalah era pemerintahan yang dimulai setelah kudeta 1965 dan berakhir pada tahun 1998. Salah satu fokus utama pemerintahan Soeharto adalah membangun fondasi ekonomi yang stabil dan berkembang. Kebijakan ekonomi masa Orde Baru dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi yang diwarisi dari Orde Lama, seperti inflasi tinggi, ketimpangan sosial, dan infrastruktur yang tidak memadai. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut diterapkan dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Pembukaan

Kebijakan ekonomi masa Orde Baru mencakup berbagai langkah strategis yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian dan mendorong pertumbuhan. Tujuan utamanya adalah menciptakan stabilitas makroekonomi, meningkatkan produksi sektor pertanian, dan memperkuat infrastruktur. Untuk mencapai hal ini, pemerintah melakukan beberapa inisiatif penting, seperti pembentukan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJL).

Pembahasan Utama

Salah satu kebijakan utama adalah penerapan anggaran belanja berimbang (balanced budget) untuk mengurangi inflasi. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan berbagai regulasi, seperti Peraturan 3 Oktober 1966, Peraturan 10 Februari 1967, dan UU No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Kebijakan ini bertujuan untuk menarik investasi asing dan meningkatkan produksi domestik.

Selain itu, pemerintah Orde Baru juga meluncurkan program-program pembangunan jangka panjang, seperti Pelita I hingga Pelita VI. Setiap Pelita memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda, namun secara keseluruhan, mereka bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat perekonomian negara.

Dalam hal pertanian, kebijakan ekonomi Orde Baru berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984. Ini dilakukan melalui intensifikasi pertanian, subsidi pupuk, dan pembangunan irigasi. Di sektor industri, pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan penanaman modal asing dan pembangunan infrastruktur.

Namun, meskipun ada banyak keberhasilan, kebijakan ekonomi Orde Baru juga memiliki sisi negatif. Korupsi dan ketimpangan ekonomi menjadi masalah besar yang menyebabkan ketidakpuasan rakyat. Akhirnya, krisis finansial Asia pada 1997-1998 menjadi awal dari akhir era Orde Baru.

Penutup

Kebijakan ekonomi masa Orde Baru memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun ada tantangan, kebijakan-kebijakan tersebut berhasil menciptakan stabilitas ekonomi dan memperkuat sektor-sektor penting seperti pertanian dan industri. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan ekonomi yang baik harus diiringi dengan transparansi dan akuntabilitas agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

pelaksanaan kebijakan ekonomi masa orde baru di indonesia

kebijakan ekonomi orde baru dalam pembangunan infrastruktur

swasembada pangan di era orde baru

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Injeksi Likuiditas Perbankan Diharapkan Segera Mendorong Kredit Properti Menengah

    Injeksi Likuiditas Perbankan Diharapkan Segera Mendorong Kredit Properti Menengah

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan yang dihadapi sektor properti Indonesia, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat stabilitas sektor ini. Salah satu upaya utama adalah injeksi likuiditas ke sektor perbankan, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit properti menengah. Hal ini menjadi penting karena sektor properti masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, […]

  • PLN BREAKTHROUGH: INDONESIAN CITIZENS CAN REGISTER LAND FROM 1 HECTARE FOR 100 GWp SOLAR PV & BESS PROJECT, MARET SAMUEL SUEKEN PUSHES ANTI-LAND MAFIA SAFEGUARDS

    PLN BREAKTHROUGH: INDONESIAN CITIZENS CAN REGISTER LAND FROM 1 HECTARE FOR 100 GWp SOLAR PV & BESS PROJECT, MARET SAMUEL SUEKEN PUSHES ANTI-LAND MAFIA SAFEGUARDS

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PLN maps 1,015 connection points needing around 210,000 hectares across five regions; individual landowners, businesses, government and regional-owned enterprises can participate through the DPT Tanah mechanism   RadarEkonomi, JAKARTA, October 22, 2026, PT PLN (Persero) has launched a breakthrough in land provision to support national clean energy development through the Market Sounding for the Establishment […]

  • OJK Dorong Percepatan Adopsi Teknologi Jasa Keuangan yang Inklusif: Tren dan Dampak Terkini

    OJK Dorong Percepatan Adopsi Teknologi Jasa Keuangan yang Inklusif: Tren dan Dampak Terkini

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Indonesia terus berupaya meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya yang belum terlayani oleh sistem perbankan konvensional. Salah satu upaya utama dalam mencapai tujuan ini adalah melalui penguatan adopsi teknologi jasa keuangan yang inklusif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil inisiatif untuk mempercepat proses digitalisasi sektor keuangan guna menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan merata. […]

  • Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen Kalibata City Jakarta naik. Bagi sebagian besar penghuni, ini bukan kejutan, dan bukan masalah. Delapan tahun tanpa penyesuaian, gedung yang kini hampir dua dekade usianya membutuhkan biaya perawatan yang tidak bisa terus ditekan. Suhadi tinggal di tower Cendana sejak 2011. Lebih dari satu dekade ia menyaksikan apartemen ini […]

  • Pengetatan Regulasi Keuangan Digital Demi Integritas Pasar

    Pengetatan Regulasi Keuangan Digital Demi Integritas Pasar

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pengetatan Regulasi Keuangan Digital: Langkah untuk Meningkatkan Integritas Pasar Dalam era digital yang semakin berkembang, sektor keuangan menghadapi tantangan baru terkait stabilitas pasar dan perlindungan investor. Di tengah pertumbuhan pesat industri fintech dan kripto, pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah signifikan dalam menetapkan regulasi yang lebih ketat. Hal ini dilakukan sebagai […]

  • Polresta Deli Serdang Tangkap Pengedar Sabu Pantai Labu

    Polresta Deli Serdang Tangkap Pengedar Sabu Pantai Labu

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polresta Deli Serdang mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (19/9/2026) sore. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 2 orang pria berinisial RP (37) dan IZ (48). Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa 12 plastik […]

expand_less