Wartawan Diduga Dikeroyok 10 Orang, Ditelanjangi dan Dirampok Saat Liputan di Rawalumbu, Diantaranya Oknum TNI
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sab, 10 Okt 2026
- visibility 147
- comment 0 komentar

RadarEkonomi.com | Kota Bekasi – Wartawan RadarEkonomi.com, Jonri Gultom (52) diduga dikeroyok, dipaksa membuka baju, dirampok uang serta HP-nya saat sedang melakukan peliputan diduga transaksi obat daftar G di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (9/10/2026), sekira pukul 18.15 WIB.
Diduga pelaku pengeroyokan berjumlah lebih kurang 10 orang.
Mereka memukul, menendang serta menyabet korban menggunakan selang air, yang diduga sudah sengaja disediakan.
“Itu diduga aparat bang (TNI, red)” ujar seorang pedagang kopi yang akan menjadi saksi kunci dalam peristiwa tersebut dan rencananya akan dipanggil Polsek Rawalumbu untuk dimintai keterangan.
Hal tersebut diperkuat dengan hasil Visum et Repertum RS di Rawa Lumbu, Nomor: 1/X/VER/RSL/2026 tanggal 09/10/2026 yang ditandatangani dr. Iswati.
Dalam hasil medis disebutkan korban mengalami luka robek di bagian dalam bibir atas, lebam di dada bawah kanan & kiri, bengkak pada kepala bagian atas dan kedua mata, pecah pada bibir atas, serta luka memar pada kedua rusuk dan punggung.
Turut mendampingi pelaporan ke Polsek Rawalumbu, Ketua Umum DPN CAPA (Cendekiawan Anak Pahlawan) Dewi Nuri Bintarti, S.Pd, ia mengecam keras kejadian ini.
“CAPA mengecam keras segala bentuk kekerasan apalagi diduga melibatkan oknum TNI, yang berkolaborasi dengan pedagang. Kami mendesak Kapolres Metro Bekasi Kota segera menangkap pelaku dan melakukan gelar perkara terbuka. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” tegasnya.
“Kami minta Kapolres dan Kapolsek profesional. Besok DPN CAPA akan kirim Dumas resmi dan dampingi korban untuk BAP tambahan serta Visum Pembanding di RS Polri,” tutupnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polsek Rawalumbu belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku dan motif penganiayaan.
(Red)
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar