Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral yang melibatkan warga binaan beberapa waktu lalu.
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Dalam keterangannya kepada awak media, pihak Lapas membenarkan bahwa ada dua orang oknum pegawai yang diduga terlibat dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Keduanya telah digantikan sementara oleh PLH, yakni Pak Indra, sambil menunggu hasil pemeriksaan akhir.“Betul, kalau secara umum memang sudah jelas. Ketika ada masalah di Lapas, warga binaan akan dipindahkan ke Nusakambangan dan semuanya sudah diselesaikan, sudah dipindahkan ke sana. Itu konfirmasi dulu,” ujar Kalapas.
Ia menjelaskan, sesuai narasi yang disampaikan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, warga binaan yang terdapat di dalam video viral tersebut telah dipindahkan ke Lapas dengan pengamanan super maksimum di Nusakambangan sebagai tindak lanjut dan sesuai arahan pimpinan.
Terkait bagaimana barang terlarang bisa masuk, pihak Lapas menjelaskan bahwa saat kejadian mesin X-ray dalam kondisi maintenance. Pihaknya mengakui hal tersebut menjadi bahan evaluasi besar, terutama terkait keterbatasan SDM.
“Bayangkan petugas kita kurang, sementara warga binaan banyak. Namanya oknum, kita tidak tahu. SOP sudah ada, tapi tetap kecolongan. Ini menjadi evaluasi kita,” jelasnya.
Pasca kejadian viral tersebut, Komisi XIII DPR RI yang membidangi Pemasyarakatan langsung hadir ke Lapas untuk melakukan pengawasan dan mendengarkan langsung keluhan di lapangan terkait SDM dan sistem pengamanan.
Pihak Lapas juga menegaskan komitmen Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa setiap petugas yang tidak melaksanakan dan melanggar SOP akan diberikan sanksi tegas hingga pemecatan dengan tidak hormat (PTDH), sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
Selain itu, sebagai langkah pencegahan, Lapas telah melakukan skrining kesehatan menyeluruh kepada warga binaan maupun petugas, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.
“Sampai hari ini, Alhamdulillah untuk petugas tidak ada yang terindikasi. Untuk warga binaan ada beberapa orang dan sudah dilakukan pemisahan, tidak boleh digabung dengan yang lain selama 6 bulan,” tutupnya
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar