Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Ekonomi Indonesia Awal Oktober 2025 Tetap On Track: Tren dan Analisis Terkini

Ekonomi Indonesia Awal Oktober 2025 Tetap On Track: Tren dan Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Pada awal Oktober 2025, perekonomian Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda positif. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,04 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal III-2025 menjadi indikasi bahwa kebijakan pemerintah serta sinergi antara sektor fiskal, moneter, dan investasi berhasil memberikan dampak positif. Meski dihadapkan pada tantangan global, Indonesia tetap mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Dalam laporan Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi domestik, ekspor, dan investasi. Konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 4,89 persen, didukung oleh peningkatan mobilitas dan transaksi digital. Sementara itu, ekspor barang dan jasa riil tumbuh 9,91 persen (yoy), dengan komoditas seperti besi-baja, CPO, dan mesin listrik menjadi motor utama. Impor hanya naik tipis 1,18 persen, menunjukkan daya saing ekspor nasional semakin kuat.

Perekonomian Indonesia awal Oktober 2025 pertumbuhan ekonomi kuartal III

Selain itu, sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan signifikan, yaitu 5,54 persen, dengan subsektor logam dasar melonjak 18,62 persen. Sektor pertanian tumbuh 4,93 persen, sementara sektor jasa seperti perdagangan, akomodasi, dan komunikasi masing-masing tumbuh di atas 5 persen. Wilayah Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,84 persen, disusul Jawa dan Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi ini turut menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,85 persen dari sebelumnya 4,91 persen pada Agustus 2024. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa APBN 2025 berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha agar lebih berdaya saing di tingkat global.

[IMAGE: Perekonomian Indonesia awal Oktober 2025 pertumbuhan ekonomi kuartal III]

Meskipun kondisi ekonomi dalam negeri stabil, beberapa isu masih menjadi perhatian, termasuk larangan impor pakaian bekas yang kembali ditegakkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menegakkan kembali larangan impor pakaian bekas yang sudah berlaku sejak 2022. Namun, apakah kebijakan ini benar-benar mendorong pertumbuhan produk lokal?

Banyak pakar ekonomi mengkhawatirkan dampak dari kebijakan ini. Menurut Achmad Nur Hidayat, industri tekstil nasional masih menghadapi tantangan besar, termasuk kesulitan dalam pendanaan dan bahan baku yang mahal. Ia menilai, tanpa intervensi lebih lanjut dari pemerintah, larangan impor pakaian bekas bisa berdampak negatif pada daya beli masyarakat.

Di sisi lain, ada juga pandangan yang optimis. Trubus Rahardiansah menilai, jika pemerintah mampu melakukan sosialisasi dan edukasi yang baik, kebijakan ini bisa membantu melindungi industri tekstil lokal. Namun, ia juga menyarankan adanya transisi bertahap untuk para pedagang pakaian bekas impor agar tidak terjadi lonjakan inflasi atau gangguan ekonomi.

Masyarakat sendiri memiliki alasan berbeda dalam memilih produk lokal atau impor. Bagi sebagian orang, pakaian bekas impor menjadi pilihan karena harga yang terjangkau dan desain yang unik. Sementara bagi yang peduli lingkungan, thrifting menjadi cara untuk mendukung prinsip keberlanjutan.

Kendati demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat sektor ekonomi dalam negeri. Target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di 2025 menjadi bukti bahwa pihak terkait percaya pada kemampuan Indonesia untuk terus berkembang.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia awal Oktober 2025 tetap on track. Dengan pertumbuhan yang stabil dan langkah-langkah strategis dari pemerintah, Indonesia siap menghadapi tantangan di masa depan sambil memperkuat fondasi ekonomi nasional.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Almarhum Supriyono di Sepatan Kebingungan, Sertifikat Rumah Nomor B2814/Pasir Nangka Hilang

    Keluarga Almarhum Supriyono di Sepatan Kebingungan, Sertifikat Rumah Nomor B2814/Pasir Nangka Hilang

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Keluarga Supriyono, warga Kampung Cadas Rt 06/01 Desa Karet Kecamatan Sepatan Tangerang Banten, masih terkejut dengan hilangnya sertifikat rumah yang dimiliki oleh almarhum ayah mereka. Supriyono, yang telah meninggal, tidak pernah menyebutkan keberadaan sertifikat dengan nomor B2814/Pasir Nangka, membuat keluarga kesulitan mencari tahu apa yang terjadi. “Saya tidak tahu di mana sertifikat itu hilang,” […]

  • Program Pengawasan Kepatuhan Pajak UMKM Terus Diperluas: Apa yang Perlu Diketahui?

    Program Pengawasan Kepatuhan Pajak UMKM Terus Diperluas: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, pemerintah terus memperkuat kebijakan pajak untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah perluasan program pengawasan kepatuhan pajak UMKM. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh UMKM memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemahaman tentang […]

  • KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam rapat terbaru mereka, KSSK menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Perkembangan Ekonomi Digital dari Masa ke Masa: Tren dan Perubahan Terkini

    Perkembangan Ekonomi Digital dari Masa ke Masa: Tren dan Perubahan Terkini

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Pada era yang semakin modern ini, ekonomi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan bisnis. Dari awalnya hanya sebatas transaksi online hingga menjadi sistem yang kompleks dengan berbagai layanan digital, perkembangan ekonomi digital di Indonesia mencerminkan transformasi yang pesat. Artikel ini akan membahas perjalanan ekonomi digital dari masa ke masa, tren terkini, […]

  • POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN PEREDARAN 2.000 BUTIR EKSTASI DI JAKARTA TIMUR

    POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN PEREDARAN 2.000 BUTIR EKSTASI DI JAKARTA TIMUR

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Polda Metro Jaya kembali menggagalkan peredaran Narkotika jenis Ekstasi di wilayah Jakarta Timur. Seorang pria berinisial RF (24) diamankan petugas saat hendak mengedarkan 2.000 butir pil Ekstasi di kawasan Cililitan. Penangkapan dilakukan oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB di depan Mall PGC, Jalan […]

  • Harga Saham Mandiri Hari Ini: Update Terbaru dan Analisis Pasar

    Harga Saham Mandiri Hari Ini: Update Terbaru dan Analisis Pasar

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Pada hari ini, 18 September 2025, harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menjadi perhatian investor. Setelah mengalami penurunan signifikan dari level tertinggi tahun ini, saham BMRI ditutup pada harga IDR 4.470, turun 0,89% dari sesi sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 92,48 juta saham, di bawah rata-rata volume 30 hari sebesar 177,19 juta saham. Artikel […]

expand_less