Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Polda Metro Jaya Luruskan Temuan 996 Pucuk Diduga Senjata di Yayasan Jaksel: 995 Senapan Angin, 1 Senjata Api

Polda Metro Jaya Luruskan Temuan 996 Pucuk Diduga Senjata di Yayasan Jaksel: 995 Senapan Angin, 1 Senjata Api

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, JAKSEL || – Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai penemuan sebanyak 996 pucuk benda berbentuk senjata dari sebuah yayasan di wilayah Jakarta Selatan (7/8/2026).

Berdasarkan hasil pendalaman Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan, dari total 996 pucuk tersebut, sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Sementara satu pucuk lainnya merupakan senjata api yang saat ini telah diamankan penyidik untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Polda Metro Jaya mengapresiasi informasi yang disampaikan masyarakat sehingga temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, 995 pucuk senapan angin tersebut terdiri atas 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

 

Seluruh senapan angin tersebut telah diamankan dan ditempatkan di gudang Subdit 2 Sikon Ditintelkam Polda Metro Jaya untuk kepentingan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sementara terhadap satu pucuk yang diduga merupakan senjata api, hasil pendalaman awal menyebutkan senjata tersebut tercatat atas nama seseorang berinisial DS. Berdasarkan penelusuran Direktorat Intelkam, DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020.

 

Senjata api tersebut selanjutnya diamankan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk terkait status kepemilikan dan asal-usul senjata.

 

Dalam proses pendalaman, pada Rabu, 5 Agustus 2026, pihak yayasan kembali menjalani pemeriksaan. Polisi juga menemukan adanya dokumen yang berkaitan dengan kegiatan impor, antara lain dokumen dengan nomor RSI 5483 12 2008, yang diduga berkaitan dengan impor soft gun maupun senapan angin.

 

Namun, persoalan yang turut menjadi perhatian aparat adalah lokasi penyimpanan barang-barang tersebut yang berada di dalam lingkungan yayasan.

 

Berdasarkan informasi sementara, seseorang berinisial IW sebelumnya pernah menjadi pengurus yayasan tersebut. Barang-barang tersebut diduga ditempatkan oleh IW di salah satu gudang yayasan.

 

Seiring perubahan kepengurusan yayasan, IW disebut sudah tidak lagi menjadi pengurus. Pihak pengelola yayasan yang baru kemudian meminta agar seluruh barang yang berada di gudang dipindahkan atau dikeluarkan.

 

Saat dilakukan pemeriksaan, pihak yayasan menemukan sejumlah benda berbentuk senjata. Karena menimbulkan kecurigaan, temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan.

 

Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan pendalaman oleh kepolisian.

 

Polda Metro Jaya menyatakan akan mengundang IW untuk memberikan keterangan. Pemeriksaan tersebut antara lain akan mendalami asal-usul barang, kepemilikan, perizinan, penguasaan lokasi penyimpanan, serta tujuan penyimpanan barang-barang tersebut di lingkungan yayasan.

 

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan pendalaman untuk memastikan status hukum, asal-usul, kepemilikan, serta legalitas seluruh barang yang diamankan.

Polisi menegaskan bahwa klasifikasi terhadap 996 pucuk tersebut perlu diluruskan agar informasi yang beredar di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dari jumlah tersebut, 995 pucuk merupakan senapan angin dan satu pucuk merupakan senjata api, yang masing-masing masih dalam proses penanganan sesuai hasil pendalaman kepolisian.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi Orde Baru di Indonesia

    Pengertian dan Dampak Kebijakan Ekonomi Orde Baru di Indonesia

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dari tahun 1966 hingga 1998, Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi. Kebijakan ekonomi Orde Baru menjadi salah satu faktor penting yang membawa Indonesia pada fase pertumbuhan stabil, modernisasi infrastruktur, dan peningkatan produksi pangan. Meski begitu, kebijakan ini juga memiliki sisi negatif yang akhirnya memicu krisis ekonomi besar […]

  • Neraca Jasa Diprediksi Membaik Berkat Pemulihan Sektor Pariwisata

    Neraca Jasa Diprediksi Membaik Berkat Pemulihan Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pemulihan sektor pariwisata di Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan kinerja neraca jasa. Dalam beberapa tahun terakhir, defisit neraca jasa menjadi salah satu tantangan ekonomi yang serius, terutama karena impor jasa yang lebih besar daripada ekspor jasa. Namun, dengan pemulihan pariwisata pasca-pandemi, kondisi ini mulai membaik dan memberikan harapan positif bagi […]

  • PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun Per September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

    PT SMI Bukukan Aset Rp115,6 Triliun Per September 2025 untuk Pembiayaan Infrastruktur

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa dipisahkan dari pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, peran PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menjadi sangat penting sebagai salah satu lembaga yang bertugas memfasilitasi pendanaan infrastruktur di seluruh wilayah Nusantara. Baru-baru ini, SMI mencatatkan aset senilai Rp115,6 triliun pada September 2025, yang akan digunakan untuk mendukung proyek […]

  • Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    Cara Mengantisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jelang hari besar keagamaan, seperti Galungan di Bali atau perayaan Natal dan Tahun Baru di berbagai daerah, permintaan terhadap komoditas tertentu sering kali mengalami lonjakan. Hal ini bisa memengaruhi harga, ketersediaan, dan stabilitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memahami cara mengantisipasi dan mengelola situasi ini secara efektif. […]

  • Apa Perbedaan UKM dan UMKM? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apa Perbedaan UKM dan UMKM? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia, dua istilah yang sering muncul adalah UKM dan UMKM. Meski terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan signifikan baik dari segi skala usaha, modal, maupun regulasi. Bagi pemula yang ingin memulai bisnis, memahami perbedaan ini sangat penting agar bisa mengambil langkah strategis yang tepat. UKM, singkatan dari Usaha Kecil Menengah, merujuk pada […]

  • Profil dan Kegiatan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri

    Profil dan Kegiatan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (PT YPTI) adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan teknologi presisi, khususnya dalam penyediaan alat bantu pemeriksaan (checking fixture), cetakan (mold), komponen plastik injeksi, serta bagian presisi. Sebagai mitra yang dapat diandalkan, PT YPTI telah beroperasi selama 16 tahun, memberikan layanan yang berkualitas tinggi dengan menggunakan teknologi […]

expand_less