Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Pengusaha Pembibitan Mengaku Diancam dan Diintimidasi Oknum Personel Polres Bireuen, Kapolda Aceh Harus Segera Beri Tindakan Tegas

Pengusaha Pembibitan Mengaku Diancam dan Diintimidasi Oknum Personel Polres Bireuen, Kapolda Aceh Harus Segera Beri Tindakan Tegas

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Bireuen – Oknum pengusaha pembibitan benur asal Bireuen, Herizal, mengaku mendapat perlakuan yang dinilainya berlebihan dari sejumlah anggota Unit Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polres Bireuen terkait laporan yang dibuat mantan pekerjanya, Sayuti.

Herizal menyebut persoalan tersebut bermula ketika pada 15 September 2026, keponakannya berinisial RN memberitahukan bahwa sejumlah polisi mendatanginya untuk mencari keberadaan Herizal.

Menurutnya, polisi tersebut menyampaikan bahwa mereka mencari dirinya terkait laporan Sayuti. Ia kemudian sempat berkomunikasi melalui telepon dengan seorang anggota Polres Bireuen bernama Aipda Aprianto yang disebut bertugas di unit kriminal umum.

Dalam percakapan tersebut, Herizal mengaku diminta datang ke Polres Bireuen untuk menemui Sayuti. Namun, ia mempertanyakan maksud pemanggilan tersebut karena mengaku tidak menerima surat panggilan resmi.

“Saya sempat bertanya tujuan pemanggilan saya untuk menemui Sayuti dalam urusan apa. Saat itu dikatakan untuk membuat laporan kembali terkait penggelapan dana. Saya menolak,” kata Herizal berdasarkan keterangannya.

Herizal juga mengaku mendapat ancaman dan intimidasi dari Aprianto yang akan melakukan penjemputan paksa apabila dirinya tidak datang ke Polres Bireuen. Ia mengaku merasa tertekan karena anggota kepolisian disebut terus menghubungi keponakannya agar dirinya segera datang ke kantor polisi.

Kondisi tersebut, kata Herizal, membuat aktivitas dan pekerjaannya di Medan terganggu. Ia akhirnya kembali ke Bireuen pada 17 September 2026.

Persoalan kemudian memuncak pada 23 September 2026. Herizal mengaku sekitar delapan orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian mendatangi lokasi peternakan sapi miliknya sebelum kemudian menuju rumah sekaligus kantor pribadinya.

Menurut Herizal, sejumlah orang tersebut memeriksa kendaraan karyawan yang berada di depan rumah serta melakukan pemeriksaan terhadap kantor dan kendaraan tersebut.

“Saya saat itu tidak berada di lokasi karena sedang mengantar rekan bisnis dari perusahaan pembibitan asal Tangerang ke tempat penginapannya,” ujarnya.

Herizal mengatakan dirinya kemudian dihubungi karyawan yang berada di lokasi. Dalam komunikasi tersebut, ia mengaku sempat berbicara dengan seorang polisi bernama Azhari yang disebut sebagai Kanit Reskrimum.

Herizal mengklaim Azhari meminta dirinya datang ke Polres Bireuen dan menyebut akan dilakukan penangkapan secara paksa apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.

Ia juga mempertanyakan surat penangkapan yang menurutnya memiliki sejumlah kejanggalan. Herizal mengaku meminta izin untuk merekam percakapan tersebut.

“Dia mengatakan silakan merekam karena surat penangkapan itu sudah ditandatangani Kanit dan Kasat Reskrim Polres Bireuen,” kata Herizal.

Herizal juga mengaku melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan sejumlah orang berupaya masuk ke rumahnya. Upaya tersebut, menurut dia, dicegah oleh karyawannya.

Kejadian itu disebut membuat anggota keluarganya ketakutan. Bahkan, Herizal mengatakan anaknya sempat menangis ketika menghubunginya melalui telepon karena melihat sejumlah orang datang mencari ayahnya. Herizal mengaku kemudian diminta menyerahkan diri dalam waktu tiga hari.

Di sisi lain, Herizal menyatakan dirinya justru merupakan pihak yang dirugikan dalam perkara dugaan penggelapan dana perusahaan yang melibatkan Sayuti.

Ia menyebut memiliki dokumen berupa surat pernyataan, somasi dan perjanjian pelunasan dana yang menurutnya menjadi bukti adanya kewajiban Sayuti kepada perusahaan.

Dalam surat somasi yang ditunjukkan Herizal, perusahaan mencantumkan nilai kewajiban Sayuti sebesar hampir Rp 500 juta .

 

Surat tersebut menyebut Sayuti sebelumnya telah membuat surat pernyataan terkait penagihan hasil penjualan benur atau bibit udang Vaname kepada konsumen serta hutang pribadi kepada perusahaan.

 

Dalam somasi itu, perusahaan menyatakan Sayuti telah melakukan wanprestasi karena tidak menyelesaikan kewajibannya sesuai pernyataan yang telah dibuat.

 

Perusahaan kemudian memberikan waktu paling lambat 20 hari sejak somasi diterima untuk melakukan pelunasan. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, perusahaan menyatakan akan menempuh proses hukum pidana maupun perdata serta menuntut ganti rugi materiil dan immateriil.

 

Selain surat somasi, terdapat pula surat pernyataan yang disebut dibuat dan ditandatangani Sayuti. Dalam dokumen tersebut tercantum pengakuan mengenai kewajiban pembayaran kepada perusahaan dengan nilai yang berbeda, yakni Rp969.746.320.

 

Dalam surat pernyataan itu juga disebutkan bahwa Sayuti menyerahkan satu unit mobil Toyota Avanza nomor polisi BL 7674 tahun 2013 kepada Herizal selaku pemilik perusahaan sebagai jaminan sampai seluruh kewajibannya kepada perusahaan dilunasi.

 

Herizal menilai dokumen-dokumen tersebut semestinya menjadi bagian dari penanganan perkara yang lebih menyeluruh.

 

Ia juga membantah pernah melakukan pelanggaran hukum terhadap Sayuti dan mengatakan dirinya tidak pernah menerima pemanggilan secara langsung maupun tertulis sebagai saksi atau terlapor atas laporan yang dibuat Sayuti. Atas dugaan penculikan sampai penganiayaan.

 

Meski Herizal sempat emosi, namun ia tak pernah melakukan penganiayaan atau penculikan seperti yang dituduhkan Sayuti. Herizal menduga, laporan yang dibuat Sayuti di Polres Bireuen tak berdasar dan tak jelas. Ia menduga itu hanya akal-akalan Sayuti untuk menakut-nakuti dirinya saja.

Atas kejadian tersebut, Herizal meminta Kapolda Aceh Irjen Pol Rudi Setiawan dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serta menindaklanjuti dugaan tindakan yang menurutnya dilakukan sejumlah oknum anggota Polres Bireuen.

Herizal secara khusus menyebut Unit Reskrimum Polres Bireuen dan Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Dedi Miswar dalam pengaduannya. Jg

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Pada masa libur panjang akhir tahun, likuiditas perbankan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Di tengah lonjakan transaksi dan permintaan uang tunai dari masyarakat, bank-bank di Indonesia berupaya memastikan kesiapan mereka dalam memberikan layanan yang optimal. Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp12,2 triliun […]

  • Pemerintah Desa (Pemdes) Sadeng Kolot, Kec.Leuwisadeng, Kab. Bogor, menjadikan musyawarah dusun (musdus) sebagai salah satu tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

    Pemerintah Desa (Pemdes) Sadeng Kolot, Kec.Leuwisadeng, Kab. Bogor, menjadikan musyawarah dusun (musdus) sebagai salah satu tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Kegiatan musdus yang dilaksanakan pada September 2026 tersebut menjadi forum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari infrastruktur, sanitasi, akses air bersih, hingga program pemberdayaan dan perlindungan sosial. Dalam keterangannya, Pemerintah Desa Kandang Kolot menjelaskan bahwa musdus bertujuan menghimpun usulan masyarakat melalui perwakilan di tingkat dusun. Seluruh usulan kemudian dirangkum dan diprioritaskan […]

  • Kepercayaan Bisnis di Sektor Manufaktur Menurun Akibat Kenaikan Biaya Input

    Kepercayaan Bisnis di Sektor Manufaktur Menurun Akibat Kenaikan Biaya Input

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sektor manufaktur Indonesia kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan bisnis di sektor ini sedikit melemah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kenaikan biaya input yang semakin menghimpit pelaku usaha. Meski ada indikasi perbaikan dari bulan sebelumnya, kondisi ini masih memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi dan daya saing industri dalam […]

  • Kebijakan Ekonomi yang Berfokus pada Pemerataan Kesejahteraan: Tren dan Dampak Terkini

    Kebijakan Ekonomi yang Berfokus pada Pemerataan Kesejahteraan: Tren dan Dampak Terkini

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Kebijakan ekonomi bertujuan menciptakan pemerataan kesejahteraan menjadi salah satu isu utama yang terus mendapat perhatian dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, upaya pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkatkan angka, tetapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat menjadi penting. Dalam konteks ini, kebijakan ekonomi yang berfokus pada […]

  • Jika Nilai Investasi Turun 15%, Ini Langkah yang Harus Anda Lakukan

    Jika Nilai Investasi Turun 15%, Ini Langkah yang Harus Anda Lakukan

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Pada dunia investasi, fluktuasi harga adalah hal yang wajar. Namun, ketika nilai investasi turun 15% dalam waktu singkat, banyak investor merasa khawatir dan bingung. Tidak jarang mereka langsung menjual aset tanpa evaluasi mendalam. Padahal, langkah-langkah yang tepat bisa membantu Anda menghadapi situasi ini dengan lebih tenang dan bijak. Pendahuluan Penurunan nilai investasi sebesar 15% bisa […]

  • Pengertian dan Fungsi PT Investasi Modal Bersatu dalam Bisnis Indonesia

    Pengertian dan Fungsi PT Investasi Modal Bersatu dalam Bisnis Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, penting bagi para pelaku bisnis dan investor untuk memahami berbagai bentuk perusahaan yang dapat menjadi mitra dalam menjalankan investasi. Salah satu yang sering disebut dalam dunia bisnis adalah PT Investasi Modal Bersatu. Sebagai salah satu bentuk perusahaan yang berperan penting dalam mengelola dana investasi, PT Investasi Modal Bersatu […]

expand_less