Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » Program Usaha UBS, sebagai Wadah Persatuan dan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Program Usaha UBS, sebagai Wadah Persatuan dan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta Barat – Wawancara eksklusif, di hari Minggu 05 Apr 2026 yang cerah bersama Owner PT. GRAHA CEMERLANG, Uni Beauty Shop (UBS) Internasional, Haji Sutrisno Lukito, yang dikenal ramah, bersemangat dan berapi-api memotivasi mitra-mitra usahanya. Di kawasan Roxy Mas, Grogol. Demikian obrolan kami wartawan Supriyadi. | Terkait program usaha Uni Beauty Shop (UBS) menurut saya salah satu cara untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi adalah dengan bersatu.

Kita harus benar-benar membangun kebersamaan, khususnya di kalangan umat Islam, tanpa memandang golongan atau aliran apa pun. Persatuan ini penting agar kita bisa bersama-sama melawan kemiskinan.

Meskipun Indonesia telah merdeka hampir 80 tahun, pada kenyataannya kondisi ekonomi kita masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam hal ini, saya yang kebetulan berada di Muhammadiyah sebagai Dewan Pakar Ekonomi, melihat perlunya langkah konkret ke depan.

Salah satunya adalah menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pergerakan ekonomi berbasis syariah.

UBS dapat menjadi salah satu kendaraan dalam mewujudkan hal tersebut. Ke depan, kita tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan kebutuhan pokok seperti beras secara online dengan harga bersaing dan kualitas yang baik. Dukungan dari semua pihak tentu sangat dibutuhkan.

Visi dan misi utama kita adalah menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Bukan sekadar bisnis jangka pendek, tetapi sebuah sistem yang bisa memberikan harapan hidup bagi semua anggota. Ketika seseorang sudah berhasil, maka ia juga harus mampu membantu orang lain agar ikut berhasil. Inilah semangat kebersamaan yang ingin kita bangun.

Kita ingin mengubah nasib bersama. Walaupun usia tidak lagi muda, kita tetap harus memiliki semangat kebersamaan dan kebahagiaan. Keberhasilan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, peran upline sangat penting, terutama dalam memberikan pelatihan dan menjalankan program kerja. Saya sendiri lebih berperan dalam memberikan arah, visi, dan dukungan. Sementara teknis program akan dijalankan oleh para leader secara bertahap.

Intinya, kita harus bersatu. Jika tidak, generasi mendatang hanya akan menjadi objek dalam sistem ekonomi. Saya tidak berbicara soal politik, tetapi pada akhirnya ekonomi sering kali berkaitan dengan politik. Oleh karena itu, persatuan masyarakat, khususnya umat Islam, menjadi kunci untuk melawan penjajahan ekonomi.

Namun UBS bukan hanya untuk umat Islam. Semua agama boleh bergabung. Ini bukan organisasi keagamaan, melainkan wadah ekonomi bersama. Justru dengan kebersamaan lintas agama, kita bisa lebih kuat menghadapi tantangan ekonomi.

Kita juga melihat berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan ekonomi, seperti tingginya angka kriminalitas yang dipicu oleh kesulitan ekonomi. Banyak orang sebenarnya tidak ingin melakukan hal negatif, tetapi terpaksa karena keadaan. Di sinilah kita ingin hadir memberikan edukasi dan peluang.

Ke depan, program kerja juga akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rencana penandatanganan kerja sama dengan kementerian terkait dan institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dari sisi produk, kita juga menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk produk kesehatan dan pelangsing tubuh, dengan kualitas baik, tanpa efek samping, harga terjangkau, serta sistem bonus yang menarik dan berkelanjutan. Keuntungan yang diperoleh juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang kompetitif.

Program-program lainnya, termasuk kegiatan kebersamaan dan pengembangan jaringan, akan dijalankan oleh para leader. Semua ini bertujuan untuk memperkuat persatuan.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, tantangan untuk bersatu memang tidak mudah. Namun kita tidak boleh pesimis. Sekecil apa pun langkah yang kita lakukan untuk mempersatukan masyarakat dalam melawan penjajahan ekonomi, itu sudah sangat berarti.

Harapannya, kita bisa benar-benar berdiri di atas kaki sendiri dan tidak terus menjadi objek dalam sistem ekonomi global. Jika kita tidak mulai sekarang, maka generasi mendatang bisa saja mengalami hal yang sama.

Inilah cita-cita besar dari UBS: membangun masyarakat yang sehat, bahagia, sejahtera, dan mampu saling membantu dalam kebaikan.

Semoga sukses selalu pak Lukito dan mitra bisnis!

 

[ Editor Ade Magda/Sup ]

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Survei: 77% Pendapatan UMKM Menurun Selama Masa Pandemi (2020-2021)

    Survei: 77% Pendapatan UMKM Menurun Selama Masa Pandemi (2020-2021)

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 hingga 2021 memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan bahwa sebanyak 77 persen pendapatan UMKM mengalami penurunan selama masa tersebut. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pelaku UMKM dalam […]

  • Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi isu yang sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya para pelaku bisnis dan pengembang properti. Dengan penurunan suku bunga BI dari 5,75% menjadi 5,25%, berbagai sektor ekonomi mulai melihat peluang baru. Salah satunya adalah sektor properti, yang tidak hanya terpengaruh secara langsung oleh […]

  • BREAKING NEWS: Aktivis Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Pengusutan Polemik Dana Migas Rp3,5 Triliun PT RIAU PRETOLEUM  Pengelolaan Dana PI 10% PT Riau PRETOLEUM Rp 3.5 Triliun Dipertanyakan, Aktivis Minta Atensi Presiden Prabowo

    BREAKING NEWS: Aktivis Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Pengusutan Polemik Dana Migas Rp3,5 Triliun PT RIAU PRETOLEUM Pengelolaan Dana PI 10% PT Riau PRETOLEUM Rp 3.5 Triliun Dipertanyakan, Aktivis Minta Atensi Presiden Prabowo

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    Pekanbaru, Sabtu, 07 Maret 2026 Dengan hormat, Saya, Arjuna Sitepu, mewakili elemen masyarakat sipil yang memiliki perhatian serius terhadap tata kelola keuangan publik, transparansi sektor energi, serta agenda pemberantasan korupsi, yang tergabung dalam Yayasan Komisi Pengawasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi (KPK TIPIKOR), menyampaikan pernyataan resmi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan partisipasi aktif warga […]

  • Instrumen SRBI yang Efektif untuk Mengelola Volatilitas Arus Modal Asing

    Instrumen SRBI yang Efektif untuk Mengelola Volatilitas Arus Modal Asing

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia terus menghadapi tantangan dari volatilitas arus modal asing. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat penarikan dana asing yang signifikan, khususnya dari pasar surat berharga negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Namun, di tengah dinamika ini, instrumen SRBI menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Arus modal asing yang keluar dari […]

  • Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Pada setiap tahunnya, menjelang hari raya seperti Lebaran, masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan kebutuhan keuangan mereka. Salah satu hal yang sering dilakukan adalah menukar uang kertas lama dengan uang baru dalam pecahan kecil. Ini tidak hanya untuk keperluan belanja, tetapi juga biasanya digunakan sebagai “angpau” atau THR bagi keluarga dan kerabat. Tahun ini, Bank Indonesia (BI) […]

  • Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

    Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami arus keluar modal asing pada awal November 2025. Data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp4,58 triliun dalam periode 3-6 November 2025. Ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, di mana tercatat aliran masuk sebesar Rp1,0 triliun. Arus keluar ini terutama terjadi […]

expand_less