Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat garda terdepan layanan rehabilitasi berbasis masyarakat.

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat garda terdepan layanan rehabilitasi berbasis masyarakat.

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, .Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, dr. Amrita Devi, Sp.KJ., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Refresher Training Petugas Pendamping Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Tahun 2026 yang menjangkau sebanyak 192 Petugas Pendamping dari 96 satuan kerja dari berbagai wilayah. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung secara daring pada tanggal 17, 22, dan 23 September 2026.

 

Ada yang berbeda dari arah kebijakan tahun ini. Plt. Deputi Bidang Rehabilitasi menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif tetapi target utamanya mutlak melahirkan lompatan kualitas dalam pendampingan, mendongkrak kapasitas Agen Pemulihan, serta mengoptimalkan operasional Unit IBM langsung di tingkat Desa/Kelurahan

 

“Keberhasilan Program IBM tidak diukur dari seberapa banyak unit yang berhasil dibentuk di atas kertas. Tolok ukur sejati adalah kehadiran unit yang aktif, responsif, dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat,” tegas Deputi dalam arahannya.

 

Sebagai pilar utama, para petugas pendamping diinstruksikan untuk bertransformasi menjadi penggerak, pembina, sekaligus jembatan strategis yang menyatukan sinergi antara BNN, Agen Pemulihan, Unit IBM, pemerintah desa, hingga elemen masyarakat. Peserta diminta memanfaatkan forum tutorial online dan webinar secara disiplin untuk membedah problem riil di lapangan. Alih-alih diskusi teoretis, sesi diarahkan untuk mencari solusi konkret atas kesenjangan operasional yang ditemui di wilayah binaan masing-masing.Menuju Unit IBM Tangguh dan Prima Guna memastikan keberlanjutan program, Deputi Rehabilitasi merumuskan sejumlah langkah taktis pascapelatihan yang wajib dieksekusi oleh para peserta, antara lain:

 

– Akurasi Data Wilayah: Menyampaikan laporan kondisi objektif—mulai dari capaian hingga hambatan—secara transparan guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.

– Diseminasi ke Agen Pemulihan: Mewajibkan peserta untuk menggelar Bimbingan Teknis lanjutan bagi Agen Pemulihan di daerah agar materi pelatihan terinternalisasi dan terpraktikkan dengan baik.

– Akselerasi Fase Mandiri: Memetakan unit yang belum optimal dan menggenjot pembinaan secara terarah agar mampu menembus standar Fase 4 (Tangguh) hingga Fase 5 (Prima).

– otimalisasi Anggaran Berbasis Hasil: Memanfaatkan dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 secara akuntabel, transparan, dan berorientasi penuh pada outcome program.

Menutup arahannya, Plt. Deputi berpesan agar seluruh peserta menyerap substansi pelatihan dengan sungguh-sungguh dan segera membawanya ke satuan kerja masing-masing dalam bentuk aksi nyata. “Ukuran keberhasilan kita jelas, kualitas pendampingan meningkat, kapasitas Agen Pemulihan menguat, dan masyarakat dapat merasakan layanan Unit IBM yang semakin handal,” pungkasnya.Dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian Refresher Training Petugas Pendamping IBM 2026 resmi dimulai, menandai babak baru penguatan rehabilitasi narkotika yang semakin inklusif dan dekat dengan masyarakat.

Fokus Penguatan dan Standar Ketat Kelulusan

Selanjutnya, dr. Syamsul Bahar, M.Kes., MARS, Direktur PLRKM Deputi Rehabilitasi BNN, memaparkan fokus penguatan dalam refresher training ini, yang didesain untuk menjamin operasionalisasi Unit IBM berjalan sesuai fase dan target program.

Peserta wajib menyajikan data riil, termasuk capaian, kesenjangan, hambatan, dan kebutuhan penguatan, secara akurat. Tidak ada ruang untuk laporan yang dimanipulasi. Materi pelatihan difokuskan untuk memperbaiki cara pembinaan yang dilakukan oleh pendamping, bukan sekadar menambah pengetahuan teoretis. Pendamping dituntut menjadi problem solver yang handal, di mana setiap peserta diwajibkan menetapkan target konkret—mulai dari sasaran Unit IBM, aspek yang perlu diperkuat, hingga timeline dan hasil yang hendak dicapai pascapelatihan.

Komitmen peserta menjadi kunci. Syarat kelulusan dipatok ketat dengan nilai minimal 65. Peserta yang tidak disiplin, tidak tuntas belajar mandiri, atau tidak aktif dalam diskusi tidak akan lulus. Setelah pelatihan, para pendamping tidak bisa bersantai. Mereka diwajibkan segera menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Agen Pemulihan di Unit IBM binaan masing-masing.Tindak lanjut ini harus didokumentasikan secara tertib sebagai bukti akuntabilitas dan bahan pemantauan. Target akhirnya jelas: mencetak Petugas Pendamping yang lebih siap, Agen Pemulihan yang semakin mampu, dan mewujudkan Unit IBM yang aktif, berkualitas, berkelanjutan, serta mampu mencapai Fase 4 (Tangguh) atau Fase 5 .Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Australian Federal Police (AFP) sepakat melanjutkan kemitraan dalam menghadapi ancaman narkotika lintas negara.

Kesepakatan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto dan Komisioner AFP, Krissy Barret, di Bali baru-baru ini.

Sesuai paragraf 11 MoU, kedua institusi menyepakati perpanjangan masa berlaku kerja sama selama lima tahun sejak berakhirnya MoU yang saat ini berjalan, hingga 25 November 2031Perpanjangan ini menjadi landasan bagi BNN dan AFP untuk melanjutkan serta memperkuat kolaborasi yang telah terjalin dalam menghadapi jaringan peredaran gelap narkotika.

Ancaman narkotika yang semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara membutuhkan respons penegakan hukum yang adaptif dan terkoordinasi.

Perkembangan modus operandi, pemanfaatan teknologi, serta penggunaan berbagai jalur lintas negara oleh jaringan kejahatan terorganisasi menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui kerja sama yang erat antarlembaga.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto menyoroti perkembangan modus kejahatan narkotika yang memanfaatkan rokok elektronik atau vape sebagai sarana konsumsi zat narkotika.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian BNN adalah adanya indikasi kuncup bunga ganja (cannabis bud) diproses menjadi ekstrak THC cair yang dimasukkan ke dalam cartridge vape.

Modus ini menunjukkan bagaimana jaringan narkotika terus beradaptasi dengan memanfaatkan produk yang semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat urban.

BNN memandang perkembangan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan regulasi dan pengawasan terhadap vape, guna mencegah produk tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    Peran dan Dampak Kebijakan Ekonomi Jepang di Indonesia

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Kebijakan ekonomi Jepang di Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kolonial, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan perekonomian negara ini. Meskipun pendudukan Jepang di Indonesia berlangsung dalam masa singkat (1942–1945), kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pihak Jepang menciptakan perubahan signifikan dalam struktur ekonomi, sumber daya alam, dan hubungan antar-negara. Artikel ini akan membahas […]

  • Sebanyak 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara menghadiri festival bakso legendaris pertama di Indonesia dari Sabtu (25/7/2026) sampai Minggu (26/7/2026).

    Sebanyak 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara menghadiri festival bakso legendaris pertama di Indonesia dari Sabtu (25/7/2026) sampai Minggu (26/7/2026).

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Festival bakso legendaris Sasa Bakso Vaganza 2026 berlangsung di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB sampai 22.00 WIB.“Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi […]

  • Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Dalam dunia kerja, terutama bagi karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penting untuk memahami aturan hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perhatian adalah Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, yang berkaitan dengan ganti rugi jika hubungan kerja diakhiri sebelum masa kontrak berakhir. Artikel ini akan membahas […]

  • AKSI GABUNGAN FABEM DAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR OLIGARKI, TANGKAP DAN ADILI NUSRON WAHID BESERTA KRONI-KRONI KORUPTOR!

    AKSI GABUNGAN FABEM DAN ORMAS KEPUNG KPK BONGKAR OLIGARKI, TANGKAP DAN ADILI NUSRON WAHID BESERTA KRONI-KRONI KORUPTOR!

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Usut tuntas dugaan korupsi ATR/BPN, bongkar jaringan oligarki dan mafia tanah, selamatkan hak rakyat! Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026,Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaksana di lapangan, tetapi harus menelusuri dugaan jaringan oligarki, mafia tanah, pemilik modal, pengembang properti, dan pihak-pihak […]

  • Strategi Diversifikasi Pasar Ekspor Batu Bara Pasca Penurunan Permintaan: Solusi Terkini untuk Industri Energi

    Strategi Diversifikasi Pasar Ekspor Batu Bara Pasca Penurunan Permintaan: Solusi Terkini untuk Industri Energi

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Ekspor batu bara Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat penurunan permintaan global dan kenaikan produksi di negara-negara utama. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai ekspor batu bara pada Januari hingga September 2025 turun sebesar 20,85% menjadi US$17,94 miliar. Angka ini jauh di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencapai US$22,67 miliar. Volume ekspor juga […]

  • Apa Perbedaan E-Commerce dan Marketplace? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apa Perbedaan E-Commerce dan Marketplace? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, istilah e-commerce dan marketplace sering muncul dalam berbagai diskusi bisnis. Namun, banyak orang masih bingung dengan apa perbedaan e-commerce dan marketplace. Kedua konsep ini memang terkait erat dengan perdagangan online, tetapi memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami. Apa yang Akan Dibahas? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai […]

expand_less