Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Pemerintah Desa (Pemdes) Sadeng Kolot, Kec.Leuwisadeng, Kab. Bogor, menjadikan musyawarah dusun (musdus) sebagai salah satu tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sadeng Kolot, Kec.Leuwisadeng, Kab. Bogor, menjadikan musyawarah dusun (musdus) sebagai salah satu tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Kegiatan musdus yang dilaksanakan pada September 2026 tersebut menjadi forum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari infrastruktur, sanitasi, akses air bersih, hingga program pemberdayaan dan perlindungan sosial.

Dalam keterangannya, Pemerintah Desa Kandang Kolot menjelaskan bahwa musdus bertujuan menghimpun usulan masyarakat melalui perwakilan di tingkat dusun. Seluruh usulan kemudian dirangkum dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan anggaran desa.

“Tujuan desa mengadakan musdus yaitu mencari usulan-usulan dari aspirasi masyarakat melalui perwakilan. Kami tidak ingin seolah-olah semua usulan dikuasai desa. Karena itu, prosesnya harus transparan dan terbuka,” demikian inti keterangan pemerintah desa dalam wawancara.

Anggaran Desa Mengalami Penyesuaian

Pemerintah Desa Kandang Kolot juga menyoroti adanya penyesuaian anggaran yang berdampak terhadap ruang fiskal desa dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, anggaran Dana Desa yang sebelumnya lebih besar mengalami pemangkasan. Untuk tahun anggaran berjalan, pemerintah desa menyebut angka Dana Desa sekitar Rp373,9 juta [perlu konfirmasi: apakah angka ini merupakan Dana Desa, pagu tertentu, atau alokasi lainnya].

Selain Dana Desa (DD), pemerintah desa juga menyampaikan adanya dukungan anggaran akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor sekitar Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kegiatan, terutama pembangunan infrastruktur, dengan pembagian sesuai ketentuan dan prioritas yang telah ditetapkan.

Pemerintah desa menegaskan bahwa besaran anggaran dan pelaksanaannya tetap menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Apabila terdapat perubahan anggaran pada akhir tahun, desa akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Infrastruktur, Air Bersih, dan Sanitasi Jadi Prioritas

Sejumlah kebutuhan masyarakat yang muncul dalam musdus antara lain pembangunan MCK, tembok penahan tanah (TPT), jembatan, betonisasi jalan, serta penyediaan sarana air bersih.

Salah satu usulan yang disoroti ialah pembangunan jembatan kecil dengan panjang sekitar 13 meter dan lebar kurang lebih 1 meter. Jembatan tersebut dinilai penting untuk mendukung akses warga, meskipun skalanya tidak besar.

Selain itu, terdapat pula kebutuhan penanganan jalan desa yang mengalami amblas atau penurunan badan jalan sekitar 0,6 meter. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian pemerintah desa. Sejumlah wilayah disebut masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Pemerintah desa mengungkapkan bahwa bantuan air bersih dari pemerintah daerah telah diterima, meskipun jumlahnya belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan warga. Distribusi dilakukan secara bergiliran ke sejumlah RW dan diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk keperluan pertanian.

“Memang kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah. Walaupun belum cukup, bantuan yang ada tetap kami distribusikan secara bergiliran untuk kebutuhan warga,” demikian keterangan pemerintah desa.

Usulan Masyarakat Disesuaikan dengan Skala Prioritas

Dengan wilayah yang disebut memiliki sekitar 60 RT, 10 RW, dan jumlah penduduk kurang lebih 13.000 jiwa, pemerintah desa mengakui bahwa tidak seluruh usulan dapat direalisasikan dalam satu tahun anggaran.

Karena itu, usulan masyarakat akan dirangkum melalui musdus, kemudian dibawa ke tahapan musyawarah desa dan menjadi bahan penyusunan RKPDes serta penyesuaian dengan RPJMDes.

Pemdes menyatakan bahwa penentuan prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, kondisi lapangan, serta ketersediaan anggaran. Usulan yang belum dapat direalisasikan tetap dicatat agar dapat dipertimbangkan pada tahun berikutnya.

“Usulan masyarakat kami tampung. Namun, kami juga harus melihat anggaran yang tersedia. Mana yang paling prioritas dan mendesak, itu yang dibahas bersama dalam musyawarah,” jelasnya.

Digitalisasi Desa Mulai Dipersiapkan

Dalam wawancara tersebut, pemerintah desa juga menyampaikan adanya persiapan program digitalisasi desa, termasuk pendataan berbasis sensus ekonomi dan penguatan perangkat pendukung administrasi.

Program tersebut disebut berkaitan dengan pendataan masyarakat dan kebutuhan desa secara lebih terstruktur. Pemerintah desa menyebut adanya dukungan perangkat seperti laptop serta tenaga pendata yang akan membantu proses pendataan dari rumah ke rumah.

Namun, besaran anggaran digitalisasi yang disebutkan dalam wawancara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut agar tidak terjadi kekeliruan antara anggaran pendataan, honor tenaga pendata, dan belanja perangkat.

Pengelolaan Sampah dan Kesiapsiagaan Kebakaran

Di bidang lingkungan, Pemerintah Desa Kandang Kolot menyampaikan bahwa telah dibentuk beberapa titik kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pemilahan sampah organik dan nonorganik serta pemanfaatan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Pemdes juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya karena wilayah desa memiliki kawasan yang berdekatan dengan hutan. Sosialisasi pencegahan kebakaran disebut telah dilakukan melalui forum musyawarah dusun dan pertemuan masyarakat.

Ketahanan Pangan dan Bantuan Sosial

Dalam sektor ketahanan pangan, pemerintah desa menyebut pernah menjalankan program pengadaan ternak kambing melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berdasarkan usulan kelompok masyarakat.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan peternakan kelompok sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa menekankan pentingnya kejelasan kelompok penerima, pemeliharaan, serta perkembangan ternak agar program dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Sementara itu, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026, pemerintah desa menyebut terdapat 25 penerima. Sasaran penerima antara lain warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat sakit, lansia, dan kelompok rentan, dengan proses verifikasi melibatkan unsur RT, RW, serta pemerintah kecamatan.

Jumlah penerima tersebut disebut mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena adanya ketentuan persentase dan hasil verifikasi penerima.

Realisasi Anggaran dan Pengawasan

Terkait realisasi anggaran, pemerintah desa menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap pertama telah berjalan dan sejumlah kegiatan telah diselesaikan. Untuk tahap berikutnya, pemerintah desa masih melakukan penyelesaian pekerjaan serta penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemerintah desa juga menyambut baik fungsi monitoring dari berbagai pihak, termasuk media massa, sepanjang dilakukan secara berimbang, berdasarkan data, dan tetap mengedepankan klarifikasi.

“Kami menghargai dan menghormati pihak-pihak yang menjalankan fungsi monitoring anggaran pemerintah, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu kemajuan masyarakat,” tutupnya.

Pemdes Kandang Kolot berharap ke depan terdapat dukungan anggaran dan kebijakan yang lebih memadai agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur, air bersih, sanitasi, pendidikan, serta pemberdaya’an ekonomi, dapat ditangani secara bertahap.

 

 

( Supriadi )

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Natar Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Asal Sumsel dan Barang Bukti Berhasil Diamankan

    Polsek Natar Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Asal Sumsel dan Barang Bukti Berhasil Diamankan

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Lampung Selatan – Jajaran Polsek Natar berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pria berinisial S.Y. (19) berhasil diamankan, sementara sepeda motor milik korban juga berhasil ditemukan sebagai barang bukti. Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo, S.H., membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut. […]

  • Download Buku Ekonomi Digital PDF Terlengkap dan Terpercaya

    Download Buku Ekonomi Digital PDF Terlengkap dan Terpercaya

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, konsep ekonomi digital menjadi salah satu topik yang sangat relevan untuk dipelajari. Banyak orang kini mencari referensi atau sumber belajar terkait ekonomi digital, termasuk dalam bentuk buku ekonomi digital pdf. Buku ini tidak hanya menjadi panduan bagi pelaku bisnis, mahasiswa, maupun pengusaha, tetapi juga menjadi alat untuk memahami […]

  • Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Secara Online dan Offline

    Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Secara Online dan Offline

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, proses administrasi seperti pembayaran pajak kendaraan kini bisa dilakukan secara online tanpa perlu repot-repot datang ke kantor Samsat. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama bagi para pemilik kendaraan bermotor yang ingin mematuhi kewajiban sebagai wajib pajak. Berikut adalah panduan lengkap cara cek pajak kendaraan di Jawa […]

  • Cara Bisnis Server Pulsa All Operator yang Menguntungkan dan Mudah Diakses

    Cara Bisnis Server Pulsa All Operator yang Menguntungkan dan Mudah Diakses

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 476
    • 0Komentar

    slug: cara-bisnis-server-pulsa-all-operator Di era digital seperti sekarang, bisnis server pulsa all operator menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dengan permintaan pulsa dan paket data yang terus meningkat, menjalankan bisnis ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil. Namun, untuk memulai dan mengembangkan bisnis ini, Anda perlu memahami langkah-langkahnya dengan baik. Berikut panduan lengkap cara bisnis […]

  • Pahami Kriteria Teknologi Finansial yang Efektif dan Terpercaya

    Pahami Kriteria Teknologi Finansial yang Efektif dan Terpercaya

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi finansial (tekfin) telah menjadi bagian penting dari sistem keuangan di Indonesia. Meskipun sering disamakan dengan pinjaman online (pinjol), tekfin mencakup berbagai layanan keuangan yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan akses, efisiensi, dan keamanan transaksi. Namun, untuk memastikan bahwa layanan ini benar-benar efektif dan terpercaya, diperlukan pemahaman tentang kriteria teknologi […]

  • Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau

    Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, PANGKALPINANG – Asisten Intelijen (Asintel) Satlap Tricakti, Kolonel Inf Rudi Firmansyah, memberikan penjelasan mengenai pemberitaan yang berkembang terkait penanganan 53 ton pasir timah di salah satu rumah di kawasan Air Merbau, Kabupaten Belitung. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh. Rudi menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Satlap Tricakti, […]

expand_less