Breaking News
light_mode
Beranda » Polri » Polda Banten Ungkap Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai, Amankan 89 Bal Rokok Ilegal

Polda Banten Ungkap Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai, Amankan 89 Bal Rokok Ilegal

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
  • visibility 268
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Serang – Polda Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menggelar konferensi pers pengungkapan tindak pidana peredaran rokok tanpa pita cukai di Ruang Press Conference Bidhumas Polda Banten pada Rabu (08/07).

Konferensi pers dipimpin oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea didampingi Wadirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Bronto Budiyono dan Charles Stiven dari Fungsi Pemeriksaan Ahli Pertama Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Merak.

Dalam keterangannya, Wadirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Bronto Budiyono menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat penyelidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Banten menerima penyerahan tiga orang beserta barang bukti dari personel Ditsamapta Polda Banten yang sebelumnya mengamankan dugaan tindak pidana peredaran rokok tanpa pita cukai di Kampung Sanding, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

“Setelah dilakukan penyerahan, penyelidik bersama pemilik tempat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sebanyak 89 bal rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi, dengan total 4.450 slop atau 44.500 bungkus rokok, yang diduga akan diedarkan secara ilegal,” ujar Bronto.

Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang berinisial MA (32), AH (31), dan AT (33) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan para terduga, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa 89 bal rokok berbagai merek tanpa pita cukai dengan total 4.450 slop atau 44.500 bungkus rokok, satu unit mobil Isuzu Truck Box Double warna putih nomor polisi B 9327 PXU, tiga unit telepon genggam, empat lembar surat jalan, satu buah kunci mobil, serta tiga buah kunci rumah.

Bronto menerangkan bahwa modus operandi para pelaku adalah menyimpan dan memperdagangkan rokok tanpa pita cukai resmi dengan tujuan memperoleh keuntungan materiil. “Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga merusak iklim usaha yang sehat. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran di bidang cukai serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penegakan hukumnya,” jelas Bronto.

Lebih lanjut, Bronto menyampaikan bahwa perkara tersebut diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan akan dikoordinasikan dengan pihak Bea Cukai sesuai ketentuan yang berlaku.

Bronto juga mengedukasi masyarakat agar dapat membedakan rokok legal dan rokok ilegal. Menurutnya, rokok legal atau bercukai memiliki pita cukai resmi yang dipasang melintang pada bagian atas kemasan sehingga akan rusak ketika bungkus pertama kali dibuka. Selain itu, kemasan rokok legal mencantumkan identitas pabrik, jumlah batang, serta peringatan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sementara itu, rokok ilegal atau rokok tanpa cukai tidak memiliki pita cukai sama sekali. Umumnya kualitas cetak kemasan lebih rendah, informasi produsen tidak lengkap, dan dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan rokok legal sejenis. Masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli agar tidak ikut mendukung peredaran barang ilegal,” terang Bronto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam membeli produk rokok dan tidak tergiur dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran. “Kami mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan membeli rokok yang memiliki pita cukai resmi. Apabila menemukan dugaan peredaran rokok ilegal, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat,” tutup Maruli. JG

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kartu Prakerja Dilanjutkan untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja: Apa yang Perlu Diketahui?

    Program Kartu Prakerja Dilanjutkan untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah Indonesia terus memperkuat program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu inisiatif penting yang telah berjalan selama lima tahun adalah Program Kartu Prakerja. Sejak diluncurkan pada 2020, program ini telah menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap […]

  • Pengertian Ekonomi Kreatif Subsektor Craft dan Contohnya yang Menarik

    Pengertian Ekonomi Kreatif Subsektor Craft dan Contohnya yang Menarik

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Pendahuluan Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menggerakkan UMKM dan mempertahankan budaya lokal. Salah satu subsektor yang menonjol adalah craft, atau kerajinan tangan yang menggabungkan seni, inovasi, dan kearifan lokal. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian ekonomi kreatif subsektor craft serta memberikan contoh nyata yang menarik. Pembukaan Subsektor […]

  • KPK Amankan 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Lalu Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

    KPK Amankan 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Lalu Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) Mengungkap Perkembangan Terbaru Operasi Tangkap Tangan (OTT) Di Kabupaten Lombok Barat Nusantara Tenggara Barat ( NTB ) Korupsi (KPK) mengungkap perkembangan terbaru operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (20/7/2026). Sebanyak 19 orang diamankan dalam operasi tersebut.   Juru Bicara KPK, […]

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah dan Benar

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Pada masa kerja, BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap pekerja. Namun, terkadang ada situasi di mana seseorang perlu menonaktifkan status kepesertaannya, baik karena sudah tidak bekerja lagi atau alasan lainnya. Jika tidak segera dinonaktifkan, bisa berdampak pada pembayaran iuran bulanan yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui […]

  • Pajak Hadiah Berapa Persen? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Aturan Pajak di Indonesia

    Pajak Hadiah Berapa Persen? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Aturan Pajak di Indonesia

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Di tengah kegembiraan menerima hadiah, banyak orang yang tidak menyadari bahwa beberapa jenis hadiah bisa dikenakan pajak. Hal ini menjadi penting untuk diketahui, terutama bagi mereka yang sering menerima hadiah dalam bentuk uang atau barang. Dalam konteks perpajakan di Indonesia, pajak hadiah memiliki tarif dan ketentuan tertentu yang harus dipahami. Menurut aturan yang berlaku, hadiah […]

  • Cara Mengatasi Kesenjangan Ekonomi di Masyarakat yang Efektif dan Berkelanjutan

    Cara Mengatasi Kesenjangan Ekonomi di Masyarakat yang Efektif dan Berkelanjutan

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Kesenjangan ekonomi di Indonesia tetap menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius. Meski perekonomian negara terus berkembang, distribusi kekayaan dan peluang masih tidak merata, menciptakan ketimpangan antar kelompok masyarakat. Untuk itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pertama, pemerintah harus meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan […]

expand_less