Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 395
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, sektor ekspor Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat, khususnya di bidang produk logam mulia dan perhiasan. Kinerja ini tidak hanya menjadi penopang utama devisa negara, tetapi juga mencerminkan kekuatan industri dalam negeri yang semakin mampu bersaing di pasar internasional. Dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh para perajin lokal, sektor ini telah menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan ekspor barang perhiasan dan barang berharga dari Indonesia mencatatkan angka yang mengesankan. Pada Desember 2023, nilai ekspor sektor ini mencapai 547,5 juta dolar AS, meningkat 67,7 persen dibandingkan capaian pada Desember 2022. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk perhiasan Indonesia di pasar global semakin tinggi. Selain itu, pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar atau sekitar Rp 62 triliun, tumbuh 23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang pesat.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini adalah kualitas produk yang dihasilkan. Para perajin lokal telah mampu menciptakan desain perhiasan yang sesuai dengan tren pasar global, baik dalam hal estetika maupun kualitas bahan baku. Keberagaman desain dan inovasi dalam penggunaan logam mulia seperti emas dan perak memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen internasional. Selain itu, komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan industri perhiasan melalui berbagai program pelatihan dan pameran internasional juga berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

pameran perhiasan internasional

Pameran-pameran seperti Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) dan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) menjadi ajang penting bagi pelaku industri perhiasan untuk memperluas akses pasar. Di JIJF 2024, sebanyak 140 peserta terlibat, termasuk 20 pelaku usaha perhiasan binaan Ditjen IKMA. Beberapa brand ternama seperti Samara Collection, Kemayu Jewellery, dan Rockologist turut serta dalam pameran ini. Pameran tersebut tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjalin kerja sama bisnis antara pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain perhiasan, harga emas global juga mencerminkan tren positif yang berdampak pada sektor ekspor. Pada tahun 2025, harga emas batangan mencapai 113,9 dolar AS per gram, yang berdampak pada kenaikan harga emas domestik. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan pendapatan, terutama karena emas sering kali dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, kenaikan harga emas juga bisa menjadi tantangan, terutama bagi industri yang bergantung pada emas sebagai bahan baku. Untuk mengatasi ini, pemerintah telah mengambil langkah strategis, seperti pengurangan pajak dan insentif fiskal untuk investasi di sektor hilirisasi emas.

emas dan perhiasan

Dalam konteks ekspor, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia memiliki pangsa pasar yang cukup signifikan. Pada 2024, pangsa pasar ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 2,5 persen, menempatkan Indonesia di posisi ke-12 dunia. Negara tujuan utama ekspor meliputi Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dengan adanya Bank Bullion yang diluncurkan pada Februari 2025, pelaku industri dapat lebih mudah memperoleh bahan baku emas dan memperkuat rantai pasok mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi dalam industri perhiasan.

ekspor logam mulia perhiasan Indonesia

Namun, meskipun ada potensi besar, sektor ini juga menghadapi tantangan. Fluktuasi harga emas yang tajam dapat memengaruhi biaya produksi dan harga jual produk. Selain itu, kenaikan harga emas juga dapat meningkatkan inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama dalam mengelola risiko ini secara cermat. Dengan kebijakan yang tepat, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

FAQ

  1. Apa saja produk logam mulia dan perhiasan yang diekspor Indonesia?

    Produk yang diekspor meliputi perhiasan emas, perak, batu mulia, serta barang berharga lainnya yang diproduksi oleh pelaku industri lokal.

  2. Bagaimana kinerja ekspor logam mulia dan perhiasan Indonesia pada tahun 2025?

    Pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar, tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  3. Apa peran pemerintah dalam mendukung sektor ini?

    Pemerintah memberikan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak dan fasilitas Tax Holiday, serta meluncurkan Bank Bullion untuk memperkuat likuiditas dan rantai pasok industri perhiasan.

Tag:

EksporLogamMulia #PerhiasanIndonesia #PengusahaPerhiasan #EksporPerhiasan #KinerjaEkspor #IndustriPerhiasan #LogamMuliaIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Secara Online dan Offline

    Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Secara Online dan Offline

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Pekerja di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa status kepesertaan mereka dalam program jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, tetap aktif. Hal ini penting karena BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan finansial dalam berbagai situasi seperti kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, atau pensiun. Oleh karena itu, penting bagi setiap peserta untuk mengetahui cara cek kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara […]

  • Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    Nonresiden Catat Jual Neto Rp4,58 Triliun pada Minggu I November 2025

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya aliran modal asing yang keluar bersih sebesar Rp4,58 triliun pada pekan pertama November 2025. Angka ini mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan domestik, khususnya dalam dua instrumen utama, yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meski ada arus […]

  • Tabungan dan Investasi Perbedaan dalam Ekonomi Indonesia

    Tabungan dan Investasi Perbedaan dalam Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Jelaskan Perbedaan Antara Tabungan dan Investasi yang Wajib Anda Ketahui Dalam pengelolaan keuangan, dua konsep utama yang sering muncul adalah tabungan dan investasi. Meskipun keduanya terlihat sama-sama berhubungan dengan penyimpanan dana, sebenarnya terdapat perbedaan signifikan antara keduanya dalam hal tujuan, risiko, potensi keuntungan, dan jangka waktu. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk membuat keputusan keuangan […]

  • PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Sebesar 6 Persen Mulai 22 Oktober 2025: Apa yang Perlu Diketahui?

    PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Sebesar 6 Persen Mulai 22 Oktober 2025: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Kali ini, kebijakan tersebut berupa pengurangan beban pajak bagi penumpang pesawat kelas ekonomi. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa sebagian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi […]

  • Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen Kalibata City Jakarta naik. Bagi sebagian besar penghuni, ini bukan kejutan, dan bukan masalah. Delapan tahun tanpa penyesuaian, gedung yang kini hampir dua dekade usianya membutuhkan biaya perawatan yang tidak bisa terus ditekan. Suhadi tinggal di tower Cendana sejak 2011. Lebih dari satu dekade ia menyaksikan apartemen ini […]

  • Informasi Terbaru tentang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ilir

    Informasi Terbaru tentang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ilir

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ilir (KPP Samarinda Ilir) merupakan salah satu lembaga pemerintah yang berperan penting dalam pengelolaan dan pengumpulan pajak di wilayah Kalimantan Timur. Sebagai bagian dari sistem perpajakan nasional, KPP ini bertugas untuk melayani wajib pajak dengan berbagai layanan terkait pajak seperti PPh, PPN, PPnBM, serta pajak tidak langsung lainnya hingga PBB. […]

expand_less